Sejarah Permainan Bulutangkis ( Badminton )

Sejarah Permainan Bulutangkis ( Badminton ), Permainan bulutangkis merupakan salah satu Tipe olahraga yang terkenal di dunia. Olahraga ini bisa menarik minat bagi beraneka kelompok umur, beraneka tingkat keterampilan, dan pria ataupun wanita memainkan olahraga ini di dalam atau di luar ruangan untuk tujuan rekreasi, dan juga sebagai ajang persaingan. Permainan bulutangkis merupakan permainan yang bersifat individual yang bisa dikerjakan dengan cara satu orang melawan satu, atau dua orang melawan dua orang. Permainan ini mudah dilaksanakan karena alat pemukulnya ringan, bola mudah dipukul, tak membutuhkan lapangan yang luas, bahkan bisa dimainkan di dalam ataupun di luar ruangan, serta bisa dimainkan oleh siapa saja. Oleh karena itu, permainan bulutangkis bisa berkembang pesat.



Sejarah Permainan Bulutangkis ( Badminton )
Sejarah Permainan Bulutangkis ( Badminton )
Di Indonesia, olahraga bulutangkis mengalami perkembangan pesat karena tak lepas dari kerja keras pelatih, atlet, dan pengurus, dalam pembinaan atlet bulutangkis. Hal ini bisa dilihat dari prestasi yang diraih dalam kejuaraan-kejuaraan yang diikuti oleh atlet Indonesia, seperti kejuaraan Thomas Cup, Uber Cup, All England, Olimpiade, dan sebagainya. Prestasi bulutangkis yang diraih bukanlah hal yang cepat dan mudah, segala itu melalui proses yang panjang, dan membutuhkan waktu yang lama, mulai dari pemasalan, pembibitan, hingga pembinaan secara terpadu, terarah, dan berkelanjutan. Partisipasi dari segala pihak, bagus dari pemerintah melalui sekolah, ataupun dari masyarakat betul-betul dibutuhkan guna pembinaan dan pengembangan olahraga bulutangkis, misalnya melalui perkumpulan atau klub. Dari keduanya diharapkan bisa memberikan sumbangan bagi peningkatan dan pengembangan olahraga, termasuk bulutangkis.

Secara sistematik, untuk bisa bermain bulu tangkis dengan tepat dan bagus perlu dikerjakan yaitu latihan yang dikerjakan secara terencana dan terprogram yang didasarkan pada pelaksanaan yang benar dan teratur. Secara sistemik, yakni beraneka bagian latihan yang terkait patut dilaksanakan secara terpadu. memperhatikan banyaknya unsur latihan yang terkait, maka perlu adanya strategi pendekatan yang tepat.

1. Pengertian Bulu Tangkis
Bulu tangkis ialah cabang olahraga yang termasuk ke dalam kelompok olahraga permainan. Bulu tangkis bisa dimainkan di dalam ataupun di luar ruangan, di atas lapangan yang dibatasi dengan garis-garis dalam ukuran panjang dan lebar tertentu. Olahraga bulutangkis dimainkan di atas lapangan yang di batasi dengan garis-garis dalam ukuran panjang dan lebar tertentu. Lapangan di bagi dua sama besar dan di pisahkan oleh net yang direnggangkan di kedua tiang net yang ditanam di pinggir lapangan.

Bulutangkis ialah suatu permainan yang menggunakan sebuah raket dan shuttlecock yang di pukul melewati sebuah net. Permainan dimulai dengan cara menyajikan bola atau service, yaitu memukul bola dari petak service kanan ke petak servis kanan lawan, sehingga jalan bola menyilang.

2. Sejarah Permainan Bulu Tangkis
Olah raga yang menggunakan bola dan raket ini berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu. Nenek moyangnya ialah sebuah permainan Tionghoa bernama Jianzi yang melibatkan penggunaan bola tetapi tanpa raket. Objek atau misi permainan ini ialah untuk menjaga bola agar tak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.

Di Inggris sejak zaman pertengahan, permainan ini dimainkan oleh anak-anak disebut dengan Battledores atau Shuttlecocks, raketnya memakai dayung/tongkat (Battledores). Ini cukup populer di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk permainan ini. Penduduk Britania membawa permainan ini ke Jepang, Tiongkok, dan Siam selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak- anak di wilayah setempat mereka. Olah raga kompetitif bulutangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 ketika mereka menambahkan jaring/net dan memainkannya secara bersaingan. Oleh karena itu kota Pune diketahui sebelumnya sebagai Poona, pada masa itu permainan hal yang demikian juga dikenali sebagai Poona. Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini memperoleh namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul “Badminton Battledore – a new game” Ini melukiskan permainan hal yang demikian dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort’s di Gloucestershire, Inggris.

Rencengan aturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi Bulutangkis Inggris disusun pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England. Bulutangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terlebih di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang ketika ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia. Federasi Bulutangkis Internasional (IBF) didirikan pada 1934 dan membukukan Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Prancis sebagai anggota-anggota pelopornya. India bergabung sebagai afiliat pada 1936. Olah raga ini menjadi olah raga Olimpiade Musim Panas di Olimpiade Barcelona tahun 1992. Indonesia dan Korea Selatan sama-sama memperoleh masing-masing dua medali emas tahun itu.

Perkembangan Bulutangkis di Indonesia tak bisa dipisahkan dengan perkembangan bangsa Indonesia, sejak masa sebelum revolusi fisik, gerakan kemerdekaan, hingga dengan jangka waktu pembangunan masa orde baru dewasa ini. Beberapa orang Belanda membawa Tipe cabang. olahraga ini, serta pelajar-pelajar Indonesia yang pulang belajar dari luar negeri, dengan cepat menjadikan cabang olahraga ini digemari masyarakat. Pada sekitar tahun 40 – an, cabang ini telah merasuk di tiap pelosok masyarakat. Namun cabang olahraga ini baru menemukan format organisasinya setelah tiga tahun diselenggarakan PON I di Solo 1948. Tepatnya tanggal 5 Mei 1951, Persatuan Bulutangkis Indonesia baru terbentuk disingkat PBSI di kota Bandung. Kegiatan yang semarak, pertandingan kompetisi yang teratur, dalam waktu tujuh tahun telah membuahkan hasil yang positif yakni keberhasilan merebut Thomas Cup, lambang supremasi dunia Bulutangkis. Hampir tak masuk akal berdasarkan pertimbangan ilmiah, bangsa yang baru saja hancur karena perang kemerdekaan, ternyata mampu meraih prestasi gemilang di dunia internasional. Keberhasilan ini tak saja mengejutkan dari arti prestasi, tetapi juga memberikan pengaruh yang mantap. Keberhasilan itu sekaligus menarik perhatian pemerintah masyarakat, sehingga sejak tahun 1958 itu, PBSI tak lagi bekerja seorang diri. tak saja hasil di Thomas Cup, sejak ketika itu para pemain Indonesia mampu menunjukkan prestasinya di beraneka turnamen internasional, seperti All England, Asian Games, Uber Cup dan lain-lainnya. Oleh karena perkembangannya sudah cukup luas, maka perlu didirikan organisasi yang akan mengatur kegiatan bulutangkis. Organisasi hal yang demikian diberi nama “Internasional Badminton Federation” (IBF) pada tanggal 5 Juli 1934. Di Indonesia sendiri disusun organisasi induk tingkat nasional yaitu Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada tanggal 5 Mei 1951. Kemudian pada tahun 1953 Indonesia menjadi anggota IBF. Dengan demikian Indonesia berhak untuk mengikuti perandingan-pertandingan Internasional.


3. aturan Permainan Bulu Tangkis
aturan permainan bulutangkis ditetapkan oleh WBF (World Badminton Federation). Beberapa aturan hal yang demikian ialah :

1. Ukuran Lapangan
a. Garis di dalam lapangan ditandai dengan warna putih, hitam, atau warna lainnya yang terlihat terang, dengan tebal garis 3,8 cm (1½ inci). Dalam menandai lapangan, lebar dari garis tengah lapangan patut dibagi dua, sama antara bidang servis kanan dan kiri. Ketebalan garis servis pendek dan garis servis panajng (masing-masing 3,8 cm atau (1½ inci) patut berada di dalam ukuran 13” atau sama dengan 3,96 m yang dicantumkan sebagai panjang lapangan servis, dan ketebalan dari segala garis batasnya (masing-masing 3,8 cm atau 1½ inci) patut berada dalam batas ukuran yang telah ditentukan.

b. jikalau ruang yang tersedia tak memungkinkan pemberian tanda batas lapangan untuk permainan ganda, bisa diwujudkan tanda-tanda hanya untuk permainan tunggal. Garis batas belakang juga menjadi garis servis panjang, dan tiang-tiang atau garis batas pada jaring akan ditempatkan pada garis samping lapangan.

2. Tiang
Tinggi kedua tiang ialah 155 cm (5 kaki 1 inci) dari lantai. Tiang patut kuat, agar jaring tegang dan lurus dan ditempatkan pada garis batas samping lapangan.

3. Jaring
Jaring patut diwujudkan dari tali halus yang dimasak dan dijala dengan jaring 1,6 cm hingga dengan 2, 0 cm. Jaring patut terentang 76 cm. Ujung atas jaring patut berada 152 cm (5 kaki) dari lantai pada pertengahan lapangan dan 155 cm dari lantai pada tiang-tiangnya. Jaring patut mempunyai tepi dari pita putih selebar 3,8 cm, serta bagian tengah pita hal yang demikian didukung oleh kawat atau tali, yang ditarik dan ditegangkan dari ujung-ujung tiang.

4. Kok atau Shuttlecock
Sebuah shuttlecock patut mempunyai berat 4,8-5,6 gram dan mempunyai 14-16 helai bulu yang dilekatkan pada kepala dari gabus yang berdiameter 2,5-2,9 cm. Panjang bulu dari ujung bawah hingga ujung yang merekat pada dasar gabus kepalanya ialah 6,2 – 6,9 cm. Bulu-bulu ini menyebar menjauhi gabus dan berdiameter 5,5-6,3 cm pada ujung bawahnya, serta diikat dengan benang atau bahan lain cocok sehingga kuat.

5. Pemain
Permainan patut dimainkan oleh masing-masing satu permainan di satu sisi lapangan (pada permainan tunggal) atau masing-masing dua pemain di satu sisi (pada permainan ganda). Sisi lapangan tempat tim yang mendapat giliran Melaksanakan servis dinamakan sisi dalam (inside), Meskipun sisi yang timnya mendapatkan servis dinamakan sisi luar (outside).

6. Pengundian
Sebelum pertandingan dimulai, wasit memanggil kedua tim/pemain yang berlawanan untuk mengundi pihak yang berhak Melaksanakan servis pertama dan memilih sisi lapangan bagi timnya untuk memulai permainan.

7. Penilaian
Ada beberapa macam penilaian :
a. Jumlah nilai (skor) permainan ganda atau tunggal putra, terdiri atas 15 angka, seperti yang telah ditentukan sebelumnya. Misalnya, dalam pertandingan dengan nilai 15, bila kedua belah pihak telah mencapai angka 14 sama. Pihak yang pertama kali memperoleh angka 14 bisa menambahkan nilai akhir dengan 3 angka (diketahui dengan sebutan setting game). jikalau pertandingan telah ditetapkan (diset), maka nilai awal yang ditentukan dinamakan “love-all”. Pihak pertama yang mencapai angka 3 dinyatakan sebagai pemenang.

b. Jumlah skor pada pertandingan tunggal putri ialah 11 angka. jikalau telah dicapai angka 10-10 , maka pihak yang lebih dahulu mencapai angka 10 berhak menambah nilai tambahan akhir dengan 3 angka. Pihak yang pertama mencapai 3 angka dinyatakan sebagai pemenang. c. Kedua pihak yang bertanding akan memainkan tiga sel pertandingan untuk menentukan pemenang. Pemain yang mampu memenangkan lebih dahulu 2 sel pertandingan (2 games) akan dinyatakan sebagai pemenang. Pemain akan bertukar sisi lapangan (tempat) pada tiap akhir suatu game. Pada game ketiga, pemain juga akan berpindah lapangan ketika nilai akhir mencapai :

1) Skor 8 pada pertandingan dengan 15 angka
2) Skor 6 pada pertandingan dengan 11 angka
3) Skor 11 pada sistem reli nilai 21 angka

Keterangan : Aturan reli nilai ialah 1 game terdiri atas 21 nilai. jikalau kedua pemain mencapai nilai 20-20, maka terjadilah deuce (yus). Pemenang bisa ditentukan jikalau telah timbul selisih 2 nilai (misalnya 22-20). Bila selisih masih 1 nilai (21-20), pemenang belum bisa ditentukan. Angka maksimal tiap game ialah 30. Dengan demikian, jikalau terjadi nilai 29-29, maka pemenangnya ialah pemain yang terlebih dulu mencapai angka 30.

8. Pertandingan Ganda
Beberapa aturan dalam pertandingan ganda ialah sebagai berikut :
a. Telah ditetapkan pihak mana yang akan Melaksanakan servis pertama pemain di bidang servis kanan memulai pukulan servis ke arah lawan yang berdiri secara diagonal dihadapannya.

b. Pukulan servis pertama yang dikerjakan pihak berada di sisi dalam lapangan senantiasa dikerjakan dari bidang servis kanan.

c. Hanya pemain yang menjadi “target” servis saja yang boleh mendapatkan servis. jikalau shuttlecock tersentuh atau dipukul oleh pemain pasangannya, pihak yang berada disisi dalam mendapat angka.

d. Hanya satu pemain pada pihak yang Melaksanakan servis permulaan atau pertama dari suatu pertandingan yang bisa Melaksanakan pukulan servis hal yang demikian.

e. jikalau seorang pemain Melaksanakan servis yang tak pada gilirannya atau dari sisi lapangan yang salah, dan pihak yang Melaksanakan servis yang memenangkan reli hal yang demikian, maka akan terjadi let kembali yang patut diajukan sebelum pukulan servis berikut dikerjakan.

9. Pertandingan Tunggal
Dalam pertandingan tunggal, aturan 8a dan 8e berlaku pada pertandingan tunggal. Tambahan aturan untuk pertandingan tunggal ialah sebagai berikut:

a. Permaianan akan Melaksanakan servis dari atau mendapatkan servis dari bidang servis kanan hanya bila nilai pelaku servis ialah 0 atau angka genap
pertandingan. Servis dikerjakan dan diterima dari bidang servis kiri bila nilai pelaku servis merupakan angka ganjil.

b. Kedua pemain yang bertanding akan mengubah bidang servis tempat masing-masing pemain itu berdiri tiap kali sebuah angka diwujudkan.

10. kekeliruan
kekeliruan yang dikerjakan pemain yang berada pada sisi dalam lapangan akan menggagalkan servis yang dilakukannya. jikalau kekeliruan dikerjakan oleh pemain yang berada di sisi luar (sisi lapangan yang mendapatkan servis), maka satu angka diperoleh pihak yang berada di sisi dalam (sisi lapangan yang Melaksanakan servis).

11. kekeliruan terjadi jikalau
a. ketika Melaksanakan servis, posisi shuttlecock pada ketika disentuh raket berada di atas ketinggian pinggang pemain; atau salah satu bagian dari  kepala raket berada pada posisi lebih tinggi dari salah satu bagian tangan pelaku servis yang memegang raket ketika shuttlecock disentuh raket.

b. ketika Melaksanakan servis, shuttlecock jatuh ke bidang servis yang salah yakni ke sisi yang tak berhadapan diagonal dengan pelaku servis; atau jatuh di muka garis servis pendek; atau jatuh dibelakang garis servis panjang; atau jatuh di luar garis batas samping lapangan.

c. Kaki pelaku servis tak berada dalam bidang servisnya, atau kaki penerima servis tak berada dalam bidang servisnya yang Berlokasi bersebarangan diagonal dan bidang servis pelaku servis, hingga pukulan servis selesai dikerjakan.

d. Sebelum atau ketika Melaksanakan servis, salah satu pemain Melaksanakan gerak tipu atau pura-pura atau secara sengaja mengejutkan lawannya.

e. Pada servis ataupun sedang reli, shuttlecock jatuh di luar garis batas lapangan, melayang menembus atau di bawah jaring, menyentuh langit-langit, menyentuh dinding samping, atau menyentuh tubuh atau pakaian pemain.

f. Shuttlecock yang sedang dalam permainan dipukul sebelum menyeberang ke sisi lapangan pihak yang Melaksanakan pukulan.

g. Waktu shuttlecock dalam permainan, pemain menyentuh jaring atau tiang penyangga dengan raket, bagian tubuh, atau bajunya.

h. Shuttlecock merekat pada raket ketika pukulan dikerjakan atau shuttlecock dipukul dua kali berurutan.

i. ketika dalam permainan, seorang pemain tersentuh shuttlecock ketika ia berada di dalam atau di luar batas lapangan.

j. Pemain menghalang-halangi lawan.

12. lazim
a. Pelaku servis tak boleh Melaksanakan servis hingga penerima servis dalam keadaan siap. Penerima servis dianggap siap jikalau ia Melaksanakan gerakan untuk mendapatkan servis yang telah dibayangkan.

b. Pelaku dan penerima servis patut berdiri di dalam batas bidang servisnya masing-masing dan bagian dari kedua kaki pemain ini patut tetap bersentuhan dengan lantai, dalam posisi diam, hingga shuttlecock disentuh raket.

c. 1) jikalau ketika servis atau reli, shuttlecock menyentuh dan tak melampui jaring, maka hal itu dianggap tak sah.

2) jikalau ketika servis dan reli, shuttlecock tersangkut pada net, maka diajukan let.

3) jikalau penerima servis dinyatakan salah karena bergerak pada ketika servis sedang dikerjakan, atau karena tak berada dalam batas bidang servis yang seharusnya, sementara pada ketika yang sama pelaku servis juga dinyatakan Melaksanakan kekeliruan, maka diajukan let.

4) jikalau diajukan let, permainan yang terjadi servis sejak servis terakhir yang benar, tak dihitung. Pemain yang baru saja Melaksanakan servis akan Melaksanakan servis ulang, Selain jikalau aturan lain telah ditetapkan.

d. jikalau pelaku servis pada ketika Melaksanakan servis tak mengenai shuttlecock, maka ia dianggap Melaksanakan kekeliruan (fault); tetapi jikalau shuttlecock tersentuh raket, servis telah dianggap telah dikerjakan.

e. jikalau dalam permainan shuttlecock menyentuh jaring dan tetap tersangkut disana, atau menyentuh jaring dan jatuh di posisi pemukulnya, atau menyentuh lantai diluar lapangan; dan pemain lawan menyentuh jaring atau shuttlecock dengan raket dan tubuhnya, maka tak ada pinalti, karena shuttlecock dianggap dalam permainan.

f. jikalau pemain memukul shuttlecock dengan arah ke bawah , ketika berada dekat jaring dengan harapan bahwa shuttlecock akan terpukul kembali olehnya, hal ini dianggap menghalangi
lawan. Maka wasit wajib menyatakan kekeliruan (fault) atau let, jikalau hal hal yang demikian terjadi tanpa pemain mengajukannya. jikalau pemain mengajukan hal hal yang demikian, maka wasit patut memberikan keputusan.



13. Kontinuitas Permainan
Permainan patut berkelanjutan dari servis yang pertama hingga akhir pertandingan, ketika tim menang diputuskan, Selain:

a. Pada internasional Badminton Championship dan Ladies Internasional Badminton Championship patut diizinkan suatu waktu istirahat (tak lebih dari 5 menit) yakni antara pertandingan kedua dan ketiga.

b. Di daerah yang ditelaah cuacanya menyebabkan waktu istirahat dibutuhkan (maksimal 5 menit), yakni antara pertandingan kedua dan ketiga, bagus untuk tunggal, ganda atau keduanya.

c. Karena keadaan yang tak terhindarkan oleh pemain, wasit bisa menunda permainan hingga waktu yang berdasarkan pertimbangannya dibutuhkan.

4. Teknik Dasar Bermain Bulu Tangkis
Dalam bermain bulutangkis, kita memerlukan teknik yang tepat agar permainan kita tak buruk atau setidak bisa memukul kok lebih kuat karena menggunakan teknik yang tepat. Berikut ialah teknik dasar dalam bermain bulu tangkis:


1. Cara Memegang Raket (Grip)
Ada 2 cara yang bisa kita gunakan untuk memegang raket secara benar, yaitu forehand grip dan backhand grip.

a. Forehand Grip


Forehand Grip
Forehand Grip

Pegangan forehand (pegangan dasar) Pegangan ini bisa di peroleh dengan cara mendirkan raket yang sisinya tegak dengan lantai Pegangan ini hampir sama dengan posisi tangan sedang bersalaman.

b. Backhand Grip


Backhand Grip


Pegangan ini bisa di peroleh dengan jalan memutar seperempat ke kanan dari pegangan forehead.
                 
Cara Latihan:
Sebelum praktek Melaksanakan latihan pukulan, perlu dikerjakan latihan untuk adaptasi menggerak-gerakkan pergelangan tangan dengan tetap memegang raket dengan benar.

1. Peserta latih dibiasakan senantiasa memegang raket dengan jari-jari tangan, luwes, dan tetap rileks, tetapi tetap mempunyai tenaga.
2. Lakukan gerakan raket ke arah kanan dan kiri, dengan menggunakan tenaga pergelangan tangan. Begitu juga gerakan ke depan dan ke belakang, sehingga terasa betul terjadinya tekukan pada pergelangan tangan. Gerakkan pergelangan tangan ke atas dan ke bawah.
3. Memukul bola (kok) ke tembok.
4. Bouncing ball.


Sikap berdiri pada ketika Melaksanakan servis ada dua, yaitu :
1) Servis forehand dikerjakan dengan cara pemain berdiri di sudut depan garis tengah pada daerah servis kira-kira setengah meter di belakang garis servis pendek. Kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang, sementara berat badan bertumpu pada kaki belakang. Pada ketika kok dipukul, berat badan pindahkan ke depan.
2) Servis backhand dikerjakan dengan cara pemain berdiri di sudut depan garis tengah pada daerah servis kira-kira setengah meter di belakang garis pendek. Kaki kanan di depan dan kaki kiri di belakang, berat badan berada di tengah dan pada ketika servis dikerjakan berat badan pindahkan ke depan.

Sikap berdiri pada ketika mendapatkan servis, bagus forehand ataupun backhand:
1) Sikap berdiri untuk permainan tunggaladalah berdiri pada daerah servis kira-kira di tengah-tengah daerah servis dan satu meter di belakang garis servis pendek.
2) Sikap berdiri untuk permainan ganda ialah pemain lebih maju ke depan tetapi tak melewati garis servis pendek. Kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang. Berat badan berada di kaki depan dengan posisi labil (kedua kaki agak jinjit). Pada ketika servis dikerjakan berat badan dipindahkan ke arah datangnya kok, mungkin ke depan atau belakang tergantung pada Tipe servis.

Sikap berdiri pada ketika rally
Sikap ini betul-betul bervariasi, tergantung pada posisi pemain, apakah ia Melaksanakan serangan atau bertahan. Juga patut diperhatikan dari mana arah datangnya kok, apakah dari depan, belakang, di atas kepala, di samping atau di bawah. Sebagai patokan, sikap berdiri pemain tunggal dianjutkan untuk senantiasa berdiri di tengah-tengah lapangan dan kedua kaki tak sejajar.

Gerak Kaki (Foot Work)
Gerak kaki atau kerja kaki ialah gerakan langkah-langkah yang mengatur badan untuk menempatkan posisi badan agar memudahkan pemain dalam Melaksanakan gerakan memukul kok cocok dengan posisinya.
2  Teknik Pukulan
1. Pukulan Servis
 Pukulan servis merupakan pukulan dengan raket untuk menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan secara  diagonal dan bertujuan sebagai permulaan permainan. Macam-macam pukulan servis, yaitu:


Pukulan Servis Drive
Tujuan dari servis drive ialah memukul kok dengan cepat, mendatar, dan setipis mungkin melewati net. Sasarannya ialah sudut spot-spot perpotongan antara garis belakang dengan garis tengah lapangan.  Cara Melaksanakan pukulan servis ini ialah dengan melemparkan kok agak jauh dari badan.  Lengan bergerak bebas dan leluasa dalam mengayunkan raket.

Pukulan Servis Pendek
Servis pendek ialah servis di mana kok melintas tipis melewati net. Pukulannya mengarahkan kok ke sudut perpotongan garis servis depan dengan garis tengah atau garis servis dan garis tepi. Coba Anda lakukan servis pendek dengan cara berikut ini.
1. Tangan kanan memegang raket dan tangan kiri memegang kok.
2. Perpindahan berat badan dimulai dari kaki belakang ke kaki depan.
3. Ayunkan raket dari belakang setinggi bahu ke depan.
4. Lepaskan kok dan pukullah kok dengan penuh atau dipotong.

Pukulan Servis Panjang
Servis panjang bertujuan menerbangkan kok setinggi-tingginya sehingga jatuh ke garis belakang bidang lapangan lawan. Pada permainan tunggal, servis panjang dikerjakan dengan memukul penuh kok. Untuk Melaksanakan pukulan servis panjang, Anda bisa Melaksanakan cara berikut.
1. Letakkan kaki kiri ke depan.
2. spot berat badan berada di antara kedua kaki.
3. Ayunkan tangan yang memegang raket ke belakang hingga setinggi bahu.
4. Pukullah kok setelah ayunan hingga di depan badan dengan mencambukkan pergelangan tangan.

Pukulan Servis Cambukan
Servis cambukan menerbangkan kok ke belakang. Hasil pukulan ini bisa membingungkan lawan sehingga kok jatuh tanpa disadari pihak lawan. target servis ini ialah sudut perpotongan garis tepi dengan garis belakang dan sudut perpotongan garis belakang dengan garis tengah. Servis ini caranya sama dengan servis biasa. Tetapi, pukulan mendadak dicambukkan ketika raket menyentuh kok.


2. Pukulan Lob
Pukulan lob ialah pukulan dalam permainan bulutangkis yang bertujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan. Pukulan lob bisa dikerjakan dengan dua cara, yaitu:
a. Overhead lob, yaitu pukulan lob yang dikerjakan dari atas kepala dengan cara menerbangkan shuttlecock melambung ke arah belakang.
b. Underhand lob, yaitu pukulan lob yang dikerjakan dari bawah dengan cara memukul shuttlecock yang berada di bawah badan dan di lambungkan tinggi ke belakang.

3. Pukulan Smash
Smash ialah suatu Tipe pukulan yang dikerjakan dengan tenaga keras dan umumnya ditujukan untuk meraih skor yang mengarah kebawah lapangan lawan pada olahraga bulutangkis, tenis, dan voli.

A. Berikut ialah saran untuk Melaksanakan smash pada permainan bulutangkis:
1. Jangan gunakan tenaga yang banyak dulu, konsentrasikan dulu pemakaian tenaga pergelangan tangan.
2. Percepat gerakan memukul kok dengan memakai tenaga dari pergelangan tangan.
3. Pembangkitan tenaga ketika Melaksanakan smash patut cepat/seketika dan fokuskan perpindahan tenaga dari kepala raket ke kok.
4. Jangan pergunakan tenaga yang banyak sebelum tekniknya benar.


b. Posisi pegangan raket (grip) ketika Melaksanakan
smash:
1. Pegangan (grip) mesti relax dulu karena dengan begitu kita baru bisa memakai tenaga pergelangan tangan secara keras kebawah.
2. Pakailah pegangan grip yang cocok dengan style masing- masing pemain, misalnya bahan yang terbuat dari kain atau karet atau sejenisnya.
3. Jangan pegang ujung raket terlalu keras karena ketika smash gerakan akan menjadi kaku.
4. Sebelum smash pegangan grip mesti relax, per-erat jari-jari tangan hanya pada ketika pemukulan kok saja.
5. Posisi badan, kaki, tangan dan timing patut juga diperhitungkan.


c. Beberapa tips untuk Melaksanakan smash yang kuat (powerful smash):
1. Kok patut tinggi dan juga berada di depan badan si pemain.
2. Pada ketika memukul kok, pergelangan tangan memukul dengan cepat kearah bawah dan ke arah dalam, kepala raket mengenai kok langsung pada posisi tegak lurus kepada kok.
3. ketika memukul kok, kita patut mempercepat pergelangan tangan dan pemakaian tenaga mesti fokus, jari-jari memegang grip dengan cukup ketat untuk menambah ledakan dan mempercepat laju kepala raket.

Mata Dunia