Sejarah Linux

Sejarah Linux – Linux yakni nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu Teladan hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux bisa dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja. Nama “Linux” berasal dari nama pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU yakni dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.

Linux telah lama diketahui untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell, Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di beraneka macam Variasi perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop, superkomputer, dan sistem benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox), telepon genggam dan router. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux dikarenakan Linux tak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi diperbandingkan versi UNIX tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi diperbandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).

Sejarah Linux
Sejarah Linux

Sistem operasi Linux yang diketahui dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) seperti GNOME,KDE dan Xfce juga mempunyai paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric dan LibreOffice. Linux portabel ke suatu platform baru, begitu juga menyokong komunitas pengguna yang beragam kebutuhan dan lokasinya dan juga berperilaku sebagai team pengembang sendiri.

Pengembangan kernel Linux masih dilanjutkan oleh Torvalds, sementara Stallman mengepalai Yayasan Perangkat Lunak Bebas yang menyokong pengembangan bagian GNU. Selain itu, banyak individu dan perusahaan yang mengembangkan bagian non-GNU. Komunitas Linux menggabungkan dan mendistribusikan kernel, bagian GNU dan non-GNU dengan perangkat lunak manajemen paket dalam format distribusi Linux.

Sejarah Awal mula Linux
Pada tahun 1969, Ken Thompson dan Dennis Ritchie (juga yakni developer bahasa C), para peneliti di AT&T Bell Laboratorium Amerika, membuat sistem operasi UNIX, cikal bakal dari Linux. UNIX memperoleh perhatian besar karena merupakan sistem operasi pertama yang diciptakan bukan oleh hardware maker. Selain itu juga karena seluruh source code-nya diciptakan dengan bahasa C, sehingga mempermudah pemindahannya ke beraneka platform. Dalam waktu singkat UNIX berkembang secara pesat dan terpecah dalam dua aliran: UNIX yang dioptimalkan oleh Universitas Berkeley dan yang dioptimalkan oleh AT&T. Setelah itu mulai banyak perusahaan yang melibatkan diri, dan terjadilah persaingan yang melibatkan banyak perusahaan untuk memegang kontrol dalam bidang sistem operasi. Persaingan ini menyebabkan perlu adanya standarisasi. Dari sini lahirlah proyek POSIX yang dimotori oleh IEEE (The Institute of Electrical and Electronics Engineers) yang bertujuan untuk menetapkan spesifikasi standar UNIX. Akan tetapi, standarisasi ini tak meredakan persaingan. Sejak dikala itu, timbul beraneka macam Variasi UNIX. Salah satu diantaranya yakni MINIX yang diciptakan oleh A. S. Tanenbaum untuk tujuan pendidikan.

Source code MINIX inilah yang oleh Linus Torvalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki pada waktu itu, kemudian dijadikan sebagai referensi untuk membuat sistem operasi baru yang gratis dan yang source codenya bisa diakses oleh awam. Sistem operasi ini kemudian diberi nama Linux. Dalam membangun Linux, Linus menggunakan tool-tool dari Free Foundation Software yang berlisensi GNU. Kemudian untuk menjadikan Linux sebuah sistem operasi yang utuh, dia memasukkan program-program yang juga berlisensi GNU.

 Richard Stallman, pendiri proyek GNU

Richard Stallman, pendiri proyek GNU

Sejarah Logo Linux
Logo Linux (Tux) dimulai dikala Linus Torvalds sedang berjalan-jalan di taman Perth. dikala sedang berjalan itu lah Linus Torvalds di patok oleh seekor Pinguin dan demam selama berhari. Ia berfikir bahwa karakter pinguin cocok untuk menjadi logo dari sistem operasi barunya itu. Maka diadakan sebuah kompetisi untuk mendesain Logo Linux yang baru, dan kompetisi itu dimenangkan oleh Larry Ewing yang berhasil menggambarkan seekor pinguin yang sedang duduk.

TUX, nama seekor pinguin yang menjadi logo maskot dari linux. TUX hasil karya seniman Larry Ewing pada waktu developer merasakan Linux patut mempunyai logo trademark ( 1996 ), dan atas usulan James Hughes dipilihlah nama TUX yang berarti Torvalds UniX. Lengkap sudah logo dari Linux, berupa penguin dengan nama TUX. Trademark ini segera didaftarkan untuk menghindari adanya pemalsuan. Linux terdaftar sebagai Program sistem operasi ( OS ).

Hingga sekarang logo Linux yaitu Tux sudah terkenal ke beraneka penjuru dunia. Orang lebih mudah mengenal segala produk yang berbau Linux hanya dengan mengamati logo yang unik nan lucu hasil kerjasama seluruh komunitas Linux di seluruh dunia.

  Tux, penguin, maskot Linux

Tux, penguin, maskot Linux 

Keluarga OS Bertipe Unix 
Status Aktif 
Tipe kernel Monolitik 
Lisensi GNU General Public License dan lainnya 

Antarmuka pengguna Linux 
Linux bisa dikendalikan oleh satu atau lebih antarmuka baris perintah (command line interface atau CLI) berbasis teks, antarmuka pengguna grafis (graphical user interface atau GUI, yang umumnya merupakan konfigurasi bawaan untuk versi desktop).

Pada komputer meja, GNOME, KDE dan Xfce merupakan antarmuka pengguna yang paling populer,[17] walaupun terdapat sejumlah varian antarmuka pengguna. Antarmuka pengguna yang paling populer berjalan di atas X Window System (X), yang menyediakan transparansi jaringan yang memperolehkan sebuah aplikasi grafis berjalan di atas satu mesin tetapi ditampilkan dan dikuasai di mesin yang lain.

GUI yang lain mempunyai X window manager seperti FVWM, Enlightenment, Fluxbox, Icewm dan Window Maker. Manajer jendela menyediakan kontrol untuk penempatan dan penampilan dari jendela-jendela aplikasi individual serta interaksi dengan sistem jendela X.

Sebuah sistem Linux umumnya menyediakan sebuah antarmuka baris perintah via sebuah shell, yang merupakan cara tradisional untuk berinteraksi dengan sebuah sistem Unix. Sebuah distro Linux yang dikhususkan untuk lingkungan peladen mungkin hanya mempunyai CLI sebagai satu-satunya antarmuka. Sebuah sistem yang tak mempunyai monitor hanya bisa dikuasai melalui baris perintah via protokol seperti SSH atau telnet.

Kebanyakan bagian tingkat rendah Linux, termasuk GNU Userland, menggunakan CLI secara ekslusif. CLI cocok untuk digunakan pada lingkungan otomasi tugas-tugas yang repetitif atau tertunda, dan menyediakan komunikasi inter-proses yang betul-betul sederhana. Sebuah program emulator terminal grafis sering digunakan untuk mengakses CLI dari sebuah Linux desktop.

Pengembangan Linux
Sebuah ringkasan sejarah sistem operasi-sistem operasi bertipe Unix menunjukkan asal usul Linux. Perhatikan walaupun mempunyai konsep dan disain arsitektur yang sama, Linux tak mempunyai kode sumber yang tak bebas seperti halnya Unix atau Minix. ( Klik Gambar untuk memperbesar / pergi ke link Wiki ).

Perbedaan utama antara Linux dan sistem operasi populer lainnya Berlokasi pada kernel Linux dan bagian-komponennya yang bebas dan terbuka. Linux bukan satu-satunya sistem operasi dalam kategori hal yang demikian, walaupun demikian Linux yakni Teladan terbaik dan terbanyak digunakan. Beberapa lisensi perangkat lunak bebas dan sumber terbuka berdasarkan prinsip-prinsip copyleft, sebuah konsep yang menganut prinsip: karya yang dihasilkan dari bagian copyleft patut juga merupakan copyleft. Lisensi perangkat lunak bebas yang paling awam, GNU GPL, yakni sebuah format copyleft, dan digunakan oleh kernel Linux dan bagian-bagian dari proyek GNU.

Sistem Linux terkait erat dengan standar-standar POSIX,[18] SUS,[19] ISO dan ANSI. Akan tetapi, baru distribusi Linux-FT saja yang memperoleh sertifikasi POSIX.1. Proyek-proyek perangkat lunak bebas, walaupun dioptimalkan dalam format kolaborasi, sering dirilis secara terpisah. Akan tetapi, dikarenakan lisensi-lisensi perangkat lunak bebas secara eksplisit mengijinkan distribusi ulang, terdapat proyek-proyek yang bertujuan untuk mengumpulkan perangkat lunak-perangkat lunak hal yang demikian dan menjadikannya tersedia dalam waktu bersamaan dalam suatu format yang dinamakan distribusi Linux.

Sebuah distribusi Linux, yang awam disebut dengan “distro”, yakni sebuah proyek yang bertujuan untuk mengatur sebuah kumpulan perangkat lunak berbasis Linux dan memfasilitasi instalasi dari sebuah sistem operasi Linux. Distribusi-distribusi Linux ditangani oleh individu, tim, organisasi sukarelawan dan entitas komersial. Distribusi Linux mempunyai perangkat lunak sistem dan aplikasi dalam format paket-paket dan perangkat lunak yang spesifik dirancang untuk instalasi dan konfigurasi sistem. Perangkat lunak hal yang demikian juga bertanggung jawab dalam pemutakhiran paket. Sebuah Distribusi Linux bertanggung jawab atas konfigurasi bawaan, sistem keamanan dan integrasi secara awam dari paket-paket perangkat lunak sistem Linux.

Komunitas
Linux dikendalikan oleh pengembang dan komunitas penggunanya. Beberapa vendor mengembangkan dan mendanai distribusi mereka sendiri dengan dasar kesukarelaan. Debian merupakan Teladan yang bagus. Yang lain mempunyai versi komunitas dari versi komersialnya seperti yang Red Hat lakukan dengan Fedora.

Di banyak kota dan wilayah, asosiasi lokal yang diketahui dengan nama Kelompok Pengguna Linux (Linux Users Group atau LUG) mempromosikan Linux dengan mengadakan pertemuan, demonstrasi, pelatihan, dukungan teknis dan instalasi sistem operasi Linux secara gratis. Ada banyak juga komunitas Internet yang menyediakan dukungan kepada pengembang dan pengguna Linux. Banyak proyek distribusi dan perangkat lunak sumber terbuka yang mempunyai ruang percakapan IRC atau newsgroup. Forum daring merupakan format lain untuk memperoleh dukungan, Teladan: LinuxQuestions.org dan forum Gentoo. Distribusi Linux mempunyai milis dengan pembagian topik seperti penggunaan atau pengembangan.

Ada beberapa situs web teknologi yang berfokuskan kepada Linux. Linux Weekly News yakni sebuah cernaan mingguan dari berita-berita yang terkait dengan Linux. Sementara itu Linux Journal merupakan majalah Linux daring yang dirilis tiap-tiap bulan. Slashdot yakni situs web berita yang berhubungan dengan teknologi yang mempunyai banyak berita tentang Linux dan perangkat lunak bebas. Groklaw mempunyai berita mendalam tentang kemajuan Linux dan mempunyai banyak artikel yang berhubungan dengan kernel Linux serta hubungannya dengan GNU dalam proyek GNU. Majalah Linux cetakan umumnya mempunyai cakram sampul yang memuat perangkat lunak atau bahkan distribusi Linux lengkap.

Walaupun Linux secara awam tersedia secara gratis, beberapa perusahaan besar menjalani model bisnis yang terdiri dari penjualan, dukungan dan kontribusi kepada Linux dan perangkat lunak bebas; ini termasuk Dell, IBM, HP, Sun Microsystems, Novell, dan Red Hat. Lisensi perangkat lunak bebas di mana digunakan Linux secara eksplisit mengakomodasi komersialisasi; hubungan antara Linux dan vendor-vendor individual bisa dilihat sebagai suatu simbiosis. Satu model bisnis yang awam dari pemasok komersial yaitu dengan mengenakan biaya atas dukungan khususnya kepada pengguna-pengguna kalangan bisnis. Sejumlah perusahaan menawarkan versi bisnis dari distribusi Linux mereka, antara lain berupa dukungan atas paket-paket tak bebas dan alat bantu untuk mengatur sejumlah besar instalasi atau untuk memudahkan tugas-tugas administratif. Model bisnis yang lain yakni dengan memberikan perangkat lunak secara gratis untuk penjualan perangkat keras.

Hak cipta dan merek dagang Linux
Linux kernel dan beberapa besar perangkat lunak GNU menggunakan GNU General Public License (GPL) sebagai basis lisensinya. GPL mengharuskan siapapun yang mendistribusikan kernel linux patut membuat kode sumber (dan segala modifikasi atas itu) tersedia bagi pengguna dengan kriteria yang sama. Tahun 1997, Linus Torvald menyatakan, “Menjadikan Linux berbasis GPL sungguh merupakan hal terbaik yang pernah saya lakukan.”[34] bagian penting lain dalam sistem Linux diijinkan menggunakan lisensi selain dari GPL; banyak pustaka menggunakan GNU Lesser General Public License (LGPL), varian GPL yang lebih moderat, dan sistem X Window System menggunakan MIT License.

Linus Torvald telah menyatakan ke khayalak awam bahwa ia tak akan memindahkan lisensi kernel Linux yang dikala ini menggunakan GPL versi 2 ke GPL versi 3, yang ditembangkan pada pertengahan tahun 2007, dengan alasan beberapa ketentuan yang terdapat pada lisensi baru hal yang demikian melarang penggunaan perangkat lunak dalam manajemen hak digital (Inggris: Digital rights management).

Penelitian yang dikerjakan pada tahun 2001 kepada Red Hat Linux 7.1 menemukan bahwa distro perangkat lunak hal yang demikian terdiri atas 30 juta baris kode. Dengan menggunakan algoritma model biaya konstruktif (Inggris:Constructive Cost Model), penelitian itu memperkirakan bahwa distro hal yang demikian membutuhkan waktu kira-kira delapan ribu tahun kerja untuk mengembangkannya. berdasarkan penelitian hal yang demikian, seandainya segala elemen dari perangkat lunak hal yang demikian dioptimalkan dengan cara konvensional dalam artian sebagai perangkat lunak tertutup, pengembangan distro hal yang demikian akan menelan biaya sebesar 1,08 miliar dolar (basis nilai tukar dolar tahun 2000) untuk dioptimalkan di Amerika Serikat.[37]

beberapa besar kode (71%) ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman C, namun banyak bahasa lainnya juga ikut terlibat seperti C++, Assembly, Perl, Python, Fortran, dan beraneka bahasa skrip lain. Lebih dari separuh dari seluruh kode dilisensikan di bawah naungan GPL. Kernel linux itu sendiri terdiri atas 2,4 juta baris kode, atau sekitar 8% dari total keseluruhan.

Penelitian lainnya menghasilkan analisa yang sama kepada distro Debian GNU/Linux versi 4.0. Distro hal yang demikian terdiri atas lebih dari 283 juta baris kode, dan penelitian hal yang demikian memperkirakan biaya pengembangan yang dibutuhkan sebesar 5,4 miliar euro seandainya dioptimalkan sebagai perangkat linak tertutup.

Di Amerika Serikat, Linux merupakan merek dagang (SN: 1916230) yang dimiliki oleh Linus Torvalds. Linux terdaftar sebagai “Program sistem operasi komputer bagi penggunaan komputer dan operasi”. Merek dagang ini didaftarkan setelah ada suatu kejadian di mana seorang pemalsu bernama William R Della Croce Jr mulai mengirim surat kepada para distributor Linux dan megklaim trademark Linux yakni hakmiliknya serta meminta royalti sebanyak 10% dari mereka. Para distributor Linux mulai mendorong agar trademark yang asli diberikan kepada Linus Torvalds. Pemberian lisensi trademark Linux sekarang dibawah pengawasan Linux Mark Institute.

Distribusi Linux
Terdapat banyak distribusi Linux (lebih dikenali sebagai distro) yang diciptakan oleh individu, grup, atau lembaga lain. Masing-masing disertakan dengan program sistem dan program aplikasi tambahan, di samping menyertakan suatu program yang memasang keseluruhan sistem di komputer (installer program).

Inti di tiap-tiap distribusi Linux yakni kernel, koleksi program dari proyek GNU (atau proyek lain), cangkang (shell), dan aturcara utilitas seperti pustaka (libraries), kompilator, dan penyunting (editor). Kebanyakan sistem juga menyertakan aturcara dan utilitas yang bukan-GNU. Bagaimanapun, utilitas hal yang demikian bisa dipisahkan dan sistem ala UNIX masih tersedia. Beberapa Teladan yakni aturcara dan utiliti dari BSD dan sistem grafik-X (X-Window System). X menyediakan antarmuka grafis (GUI) yang awam untuk Linux.

Teladan-Teladan distribusi Linux : 
Ubuntu dan derivatifnya : Sabily (Ubuntu Muslim Edition), Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu, GoBuntu, Gnewsense, ubuntuCE 
SuSE 
Fedora 
BackTrack 
Mandriva 
Slackware 
Debian 
PCLinuxOS 
Knoppix 
Xandros 
Sabayon 
CentOS 
Red Hat 
ClearOS 
Chromeos 

Variasi-Variasi Linux yang populer di dunia:

1. Debian Linux
Debian merupakan Variasi linux yang kurang terkenal, namun banyak penggunanya dari kalangan teknis. Mereka puas karena kestabilannya. Selain itu, format paket programnya yang menggunakan DEB dianggap lebih stabil dari pada RPM oleh kalangan teknis. Walaupun kurang terkenal, namun banyak digunakan oleh kalangan expert.versi terakhir yang dirilis tahun 1999 yakni 2.1. diperbandingkan dengan linux yang lainnya, Debian termasuk kurang dalam meng-update proramnya. Namun pihak debian telah sukses besar dengan proyeknya, yaitu pembuatan distribusi linux yang baru yang ditujukan bagi end-User, yang betul-betul familiar dalam penggunaannya. Debian juga sudah menggunakan Cara autodetect untuk penggunaan peripheral pada komputer. Proyek ini nantinya terkenal dengan nama Corel Linux. Situs dari linux debian bisa anda lihat di http://www.debian.org.

Dan pada dikala ini debian linux telah mencapai versi 4.1 yang bisa anda lihat di website yang ada di atas. dan juga kecepatan dan keguanaan dari debian ini sudah betul-betul optimal seandainya anda ingin menggunakannya. betul-betul cocok digunakan buat server atau komputer yang akan di jadikan admin dalam sebuah perusahaan komputer.

2. Redhat Linux
Redhat Linux merupakan linuxyang paling popular di Indonesia dan Amerika, dan dirancang khusus untuk server. Redhat diakui sebagai server tercepat diperbandingkan dengan linux server lainnya. Selain sebagai server tercepat, Redhat juga bisa digunakan sebagai clientmaupun sebagai PC desktop/PC standolone. dikala ini redhat sudah beredar dengan versi 9.0 yang bisa menggunakan desktop Genome dan juga KDE.

Kelebihan lain yang dimiliki oleh Redhat linux yakni kemudahan dalam hal installasinya. Ini merupakan revolusioner Linux. pada dikala linux lainnya membuat pengguna mulanya putus asa, Redhat hadir dengan prosedur installasi termudah pada masanya.

Hal revolusioner lainnya yakni bahwa Redhat linux menciptakan format paket program RPM yang menjadi standar baku file binner pada Linux, yang kemudian digunakan oleh linux lainnya seperti SuSE, Mandrake, dan Caldera. anda bisa membeli CD aslinya, ataupun men-download programnya secara langsung di http://www.redhat.com/

3. Mandrake Linux
Mandrake Linux yakni saudara muda dari Redhat Linux, karna keduanya merupakan satu tempat produksi. Bila redhat direkomendasikan sebagai server, maka mandrake dijadikan sebagai client yan handal, dan diutamakan mengunakan Processor Pentium. Meskipun demikian tak menutup kemungkinan penggunaan mandrake sebagai server yang handal juga.

Tujuan awal dari diciptakannya Mandrake Linux yakni untuk mempermudah penggunanya dalam Mengerjakan installasi dan penggunaan Linux itu sendiri. Sebelum keluarnya Corel Linu, Mandrake merupakan distribusi linux yang paling familiar. seandainya Redhat keluar desktop manaer menggunakan Gnome, maka inux Mandrake keluar dengan desktop manager KDE buatan SuSE Jerman. dikala ini Mandrake Linux sudah keluar dengan versi 10.0. Dan anda juga tak hanya bisa menggunakan desktop KDE saja, akan tetapi anda juga bisa menggunakan Gnome desktop sehingga pengguna yang tak bisa menggunakan desktop KDE bisa menggunakan desktop Gnome atau sebaliknya.

Untuk lebih lengkap tenyang informasi dan juga produk dari linux Mandrake ini anda bisa mengunjungi website yang ada yaitu di http://Linux mandrake.com/

4. Caldera Linux
Caldera Linux merupakan salah satu Variasi linux yang dirancan untuk mempermudah pemakaian bagi penggunanya. Caldera sendiri dirancang dengan tampilan keseluruhan dengan grafis. Sejak dikala kita Mengerjakan penginstallan linux Caldera ini, hingga kita Mengerjakan Setting Hardware semuanya dikerjakan dengan tampilan grafis. yang mengagumkan dari Linux Caldera ini yakni pada dikala kita Mengerjakan penginstallan Linux Caldera ini, kita disuguhi game tetris untuk mengisi waktu yang luang, sambil menunggu transfer prigram yang berjalan.

Selain itu Caldera merupakan Variasi linux yang pertama yang menggunakan Auto-Detect Hardware ( seperti plug and play pada Mac). Untuk penjelasan yang lebih lengkap dan juga informasi yang akurat anda bisa mengamati di situs http://caldera-system.com/

5. Slackware Linux
Slackware yakni distribusi linux yang pertama, yang pernah mengalami masa kejayaan ketika baru sedikit orang yang mengenal Linux. Bagi pengguna Linux senior, slackware merupakan suatu distribusi Linux yang penuh dengan tantangan. Slackware hadir dengan model yang betul-betul sederhana, tak seperti distribusi linux yang lainnya. Slackware merupakan distribusi linux yang murni, dlam arti penampilannya yang betul-betul mirip dengan UNIX (UNIX Clone), sehingga membuat penggunanya merasa seperti menggunakan UNIX murni.

Bagi mereka yang menginginkan tantangan dan ingin menjadi Linuxer handal, atau yang sering diketahui dengan sysadmin, slackware merupakan jawabannya. Anda tak akan pernah memperoleh kemudahan seperti halnyajika kita menggunakan distribusi linux yang lainnya karena slackware semuanya serba manual dan tanpa grafik. Versi terbaru dari slackware yang diketahui oleh penulis yakni versi 7.1. Anda bisa mengetahui tentang perkembangan slackware linux ini dengan mengunjungi situs http://slackware.org/

6. SuSE Linux
seandainya Redhat yakni Variasi Linux yang paling populer di Amerika dan di Indonesia, maka SuSE Linux yakni Linux yang paling banyak digunakan oleh negara-negara di Eropa. SuSE dilengkapi dengan Desktop Manager yang diketahui dengan KDE. Selain itu juga dilengkapi tools untuk central setting yang bernama YaST (Yet another Settup Tools) yang betul-betul mudah digunakan untuk konfigurasi sistem internal dan jaringan serta security.

Yang paling dibanggakan dari distro ini yakni kelengkapan program aplikasinya. seandainya membeli Linux SuSE seharga USD 50,00, Anda akan mendapat 5 CD program dan 1 CD source. Jadi anda tak perlu lagi repot-repot mendownload program lainnya. Salah satu program terkenal yang disertakan yakni Saint (program untuk meneliti ceah kelemahan sistem) dan VMWare (program emulator yang berguna menjalankan sistem operasi lainnya seperti: Windows 9.x, Windows 2000, windows NT, OS, Novel, dan Lainnya). Satu lagi yakni program Beowulf, suatu proyek eksperimen gabungan Universitas di Jerman untuk membuat super komputer yang menggabungkan 1000 CPU menjadi 1 server yang tercepet yang pernah ada. Proyek ini juga diciptakan di NASA- Amerika Serikat, untuk kepentingan pemetaan luar angkasa. dikala ini SuSE telah hadir dengan Versi 7.0 yang benar-benar berorientasi grafis, memmulai dari instalasi hingga dengan prosedur konfigurasinya.

Yang membanggaka, SuSE yakni Variasi Linux pertama yang menyertakan bahasa Indonesia dan pilihan bahasa yang digunakan dalam sistem Operasi Linux. Pembuatan Dokumentasinya dipimpim oleh I Made Wiryana. Untuk keterangan lebih lanjut anda bisa mengamati di situsnya di http://www.suse.de, atau di http://www.suse.com

7. Corel Linux
Corel Linux merupakan salah satu sistem operasi berbasis Linux yang diciptakan oleh salah satu distribusi Linux, yaitu Debian. Corel Linux sama seperti Linux lainnya, menyokong sistem operasi sistem open source dibawah naunan GNU. Corel Linux bisa anda beli Via internet dengan harga yang betul-betul terjangkau, jauh dari harga linux OS lainnya.

Corel Linux bisa langsung diinstal dengan atau tanpa sistem operasi yang lain. Corel Linux juga bisa diinstall pada partisi dan file sistem windows, yang menjadikan Corel Linux seolah-olah yakni program aplikasi Windows.

slah satu yang menarik dari Corel Linux yakni Semuanya serba grafis. Corel Linux juga dirancang sebagai end-User. Pada Corel Linux semuaya serba grafi, dimulai pada dikala prosedur Instalasi hingga boot sistem. Anda tak akan menemukan basis text seperti yang ada di Linux lainnya, atau juga windows yang masih basis text. Dicorel Linux semuanya serbadisederhanakan. bahkan hingga pada setting jaringanpun lebih mudah dari pada setting jaringan pada Windows.

Akan tatapi ada sedikit kekurangan pada Corel Linux ini, secara khusus bagi pengguna yang sudah mahir. Mereka akan binging dengan tampilan yang serba grafis yang diberikan oleh Corel Linux. Untuk Informasi yang lebih detail anda bisa mengunjugi di situsnya yaitu di http://www.linux.corel.com

8. Turbo Linux
Turbo Linux yakni Linux yang terkenal dan populer di Asia. Bahkan di Jepang dan Cina pun Linux ini terkenal, Turbo Linux menduduki peringkat pertama distribusi linux pilihan. Turbo Linux diciptakan dari beraneka under Linux/UNIX, bagus komersial ataupun freeware untuk kepentingan jaringan skala besa. Pihak vendor mengklaim pihak mereka sebagai Linux tercepat dikala ini dengan backup dari perusahaa-perusahaan terkemuka dikala ini, seperti: Compaq, Dell, Fujitsu, Intel, NEC, Tishiba, Novel, dan SCO. Seperti dengan SuSE, Tuurbo Linux mengkhususkan diri di bidang clustering computer, setara dengan super komputer di Jerman untuk kepentingan jaringan di China dan Jepang. Bahkan di China, Turbo Linux diadaptasi sebagai sistem komputer utama mereka, dan dimasyarakatkan dalam bahasa China kepada masyarakatnya guna menyaingi dominasi dari Microsoft. Untuk terang anda bisa mengamati situs Turbo Linux di http://www.turbolinux.com.

9. Ubuntu Linux
Linux Ubuntu yakni salah satu dari Variasi Linux yang ada di dunia. Ubuntu Linux merupakan sebuah distro baru yang langsung memperoleh tempat dihati para pengguna Linux khususnya bagi para Debian mania. Bagaimana tak Ubuntu mempunyai lebih banyak kelebihan diperbandingkan debian sendiri. Ubuntu menawarkan segala kelebihan yang dimiliki oleh Debian ditambah dengan update berkala tiap-tiap 3 bulan, dukungan komunitas yang betul-betul banyak, dukungan dana yang melimpah, bahkan anda bisa memperoleh CD Installernya secara gratis. Ubuntu yakni sebuah kata kuno dari Africa yang berarti “Humanity towards other” yang kurang lebih artinya yakni kemanusian untuk membantu yang lain. Tujuan dari proyek ini yakni menciptakan sebuah Sistem Operasi Desktop yang gratis dengan dukungan aplikasi serta dokumentasinya. Project ini disponsori oleh Canonical Ltd.

Ubuntu berbasiskan GNOME dan bagi anda yang lebih menyukai KDE anda bisa memilih Kubuntu Linux. Walaupun tampilan kedua distro ini berbeda melainkan keduanya sama-sama keluar dari “pabrik” yang sama dan tentu saja kedua distro ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kalau anda lebih menyukai tampilan dengan ciri khas “Mac OS” anda bisa memakai Ubuntu melainkan apabila anda lebih menyukai tampilan yang “agak” mirip dengan Windows [bahkan berdasarkan saya lebih bagus dari Windows] anda bisa memakai Kubuntu melainkan kalau anda hanya ingin menjadikan komputer anda sebagai server anda bisa memakai salah satu dari keduanya karena pada dasarnya “base system” keduanya sama [hanya berbeda Desktop Manager dan tambahan aplikasinya saja].

[K]Ubuntu Linux hadir dalam 2 versi yaitu versi LiveCD dan versi Install. Anda bisa memakai versi LiveCD kalau anda tak ingin menginstallnya kedalam Komputer, cukup masukan LiveCD hal yang demikian kedalam CD-ROM Drive anda, booting dari CD-ROM Drive maka anda sudah bisa menikmati Linux. Tentu saja LiveCD ini mempunyai banyak batasan karena segala perubahan pada konfigurasi yang anda buat akan langsung hilang ketika komputer dimatikan dan tentu saja flexibilitas LiveCD ini akan betul-betul jauh apabila diperbandingkan dengan versi Installnya. [K]Ubuntu Linux ini juga hadir dalam 3 Arsitektur komputer yaitu : Intel x86, PowerPC dan AMD64. Kini Ubuntu telah hadir dengan versi terbarunya yaitu versi 7.4 yang dikeluarkan tepatnya tanggal 19 April 2007 dan berdasarkan kabar yang saya dapatkan bahwa versi terbarunya lagi yaitu 7.10 akan di rilis pada tanggal 18 oktober 2007.

Aplikasi sistem operasi Linux
Pengguna Linux, yang pada umumnya memasang dan Mengerjakan sendiri konfigurasi kepada sistem, lebih cenderung mengerti teknologi dibanding pengguna Microsoft Windows atau Mac OS. Mereka sering disebut hacker atau geek. Namun stereotipe ini semakin berkurang dengan peningkatan sifat ramah-pengguna Linux dan makin luasnya pengguna distribusi. Linux telah membuat pencapaian yang cukup bagus dalam pasaran komputer server dan komputer tujuan khusus, seperti mesin render gambar dan server web. Linux juga mulai populer dalam pasaran komputer desktop.

Linux merupakan asas kepada kombinasi program-server LAMP, kependekan dari Linux, Apache, MySQL, Perl/PHP/Python. LAMP telah mencapai popularitas yang luas di kalangan pengembang Web.

Linux juga sering digunakan sebagai sistem operasi embeded. Biaya pengadaan Linux yang murah memungkinkan penggunaannya dalam peralatan seperti simputer, yaitu komputer berbiaya rendah yang ditujukan pada penduduk berpendapatan rendah di Negara-negara berkembang.

Dengan lingkungan desktop seperti KDE dan GNOME, Linux menawarkan antarmuka pengguna yang lebih menyerupai Apple Macintosh atau Microsoft Windows daripada antarmuka baris teks seperti Unix. Oleh karena itu, lebih banyak program grafik bisa ditemui pada Linux yang menawarkan beraneka fungsi yang ada pada utilitas komersil.

Pasar serta kemudahan pemakaian
dikala ini, linux yang pada mulanya hanya merupakan sistem operasi yang digunakan oleh peminat komputer, telah menjadi sistem yang lebih mudah digunakan (user-friendly), dilengkapi dengan antarmuka grafis dan ketersediaan beraneka macam aplikasi yang lebih mirip dengan sistem operasi lainnya, daripada hanya sebatas baris perintah Unix. Namun kesan ini telah menimbulkan banyak kritikan, termasuk dari pendukung Linux. Mereka berpendapat bahwa Linux dan proyek program bebas masih belum mencapai faktor “kemudahanan dalam pemakaian” yang memuaskan. problem tentang kemudahan Linux dibanding Windows atau Macintosh masih menjadi isu perdebatan yang hangat. Pasaran Linux pada segmen komputer meja masih lebih kecil namun semakin berkembang. berdasarkan Lembaga Penyelidikan Pasaran IDC, besar pasaran Linux pada tahun 2002 yakni 25% pada segmen server, dan 2.8% pada segmen pasar Komputer pribadi.

Bagi mereka yang terbiasa menggunakan Windows atau Macintosh, Linux mungkin terasa lebih sukar, hal ini disebabkan karena perbedaan dalam Mengerjakan beraneka kerja komputer. Dan lagi, pengguna perlu mengganti program yang sering mereka gunakan dengan program lain sebagai pengganti bila program hal yang demikian tak didapati dalam Linux (atau pilihan yang agak terbatas, misalnya permainan komputer). Faktor lain yakni sifat keraguraguan pengguna untuk melepaskan sistem operasi mereka yang biasa mereka pergunakan (banyak pengguna masih menggunakan Windows). Selain itu, kebanyakan komputer baru telah dilengkapi dengan sistem operasi Windows siap pakai (preinstalled). Faktor-faktor ini menyebabkan perkembangan Linux yang agak lambat.

Walau bagaimanapun, kelebihan Linux seperti biaya rendah, sekuritas yang lebih aman, dan tak bergantung pada vendor, telah meningkatkan penggunaan yang luas di kalangan korporasi dan perkantoran. Dalam situasi ini, halangan yang disebut di atas bisa dikurangi karena hanya aplikasi/utiliti yang terbatas digunakan, serta administrasi dan konfigurasi komputer (administration) dikendalikan oleh sekumpulan pekerja pakar IT yang sedikit.

Terdapat beraneka kajian yang dikerjakan terbatas biaya serta kemudahanan Linux. Relevantive (sebuah lembaga berpusat di Berlin, yang mengkhususkan diri dalam riset lembaga tentang ke’mudahan’an program, serta servis web) telah membuat kesimpulan bahawa ke-dapatpakai-an Linux dalam pekerjaan dengan menggunakan komputer meja yakni hampir sama dengan Windows XP. Bagaimanapun, kajian oleh IDC (yang dibiayai oleh Microsoft) mengklaim bahwa Linux mempunyai biaya pemilikan (Total Cost of Ownership) yang lebih tinggi dibanding Windows.

Linux juga sering dikritik karena jadwal penembangannya yang tak bisa diduga. Secara langsung, menyebabkan minat penggunaan linux pada lapisan pengguna Enterprise lebih kecil diperbandingkan sistem operasi lain (Sumber:Marcinkowski, 2003). Disamping itu, ragam pilihan distribusi Linux yang cukup banyak juga dikatakan membingungkan konsumer, dan vendor program.

Instalasi
Proses instalasi Linux yang sukar seringkali menjadi penghalang bagi pengguna baru, namun proses ini sekarang sudah menjadi lebih mudah. Dengan penerimaan Linux oleh beberapa pabrikan komputer pribadi besar, komputer terpasang (built up) dengan distribusi Linux siap pakai dikala ini banyak tersedia. Selain itu, terdapat juga distribusi Linux yang bisa dijalankan (boot) secara langsung dari cakram optik (CD) tanpa perlu diinstalasi ke cakram keras (hard disk); hal ini diketahui dengan istilah Live CD. Teladan distribusi dalam format Live CD yakni Knoppix/Gnoppix, Kubuntu/Ubuntu dan Gentoo. dikala ini hampir segala distribusi Linux menyediakan versi Live CD untuk produknya. ISO image untuk cakram optik untuk distribusi Linux hal yang demikian biasanya bisa diunduh dari Internet, dibakar ke CD, dan selanjutnya bisa digunakan sebagai CD yang siap untuk proses boot. Bahkan ISO image untuk beberapa distro bisa langsung di jalankan tanpa perlu membakar kedalam CD/DVD.

Instalasi Linux juga merupakan instalasi berupa suite, yaitu dimana penginstalasian hal yang demikian secara otomatis menginstalasi program-program standar, seperti pemutar MP3, Office Suite, dan pengolah gambar.

Konfigurasi
Konfigurasi setelan Linux dan aplikasi di atasnya banyak yang dikerjakan via berkas teks di direktori /etc. Pada perkembangan selanjutnya, utilitas seperti Linuxconf dan GNOME System Tools memudahkan pekerjaan ini via antarmuka grafik. Kendati demikian, baris perintah (command line) tetap merupakan cara yang paling awam digunakan.

Dukungan
Dukungan bagi Linux biasanya diperoleh melalui peer(dalam konteks ini maksudnya kelompok pengguna linux/KPLI) – pengguna Linux lain di dalam forum internet, IRC, newsgroup dan mailing list. Kelompok Pengguna Linux (LUG, Linux User Group) telah didirikan di seluruh dunia untuk membantu pengguna lokal, pengguna baru, dan pengguna berpengalaman. Di Indonesia kelompok ini tergabung dalam KPLI daerah seperti KPLI Jakarta, KPLI Bandung, KPLI NTB, KPLI Palu dan masih banyak lainnya.