Sejarah Berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Sejarah Berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ialah organisasi internasional yang beranggotakan negara-negara berdaulat yang bertujuan menghindari perang dunia dan mala petaka kemanusiaan akibat perang. Piagam PBB ditandatangani oleh delegasi 51 negara pada tanggal 26 Juni 1945. Dan Piagam PBB mulai beroperasi pada tanggal 24 Oktober 1945. Seperti Liga Bangsa-Bangsa, tujuan utama PBB ialah menjaga perdamain dan keamanan internasional, menyelesaikan sengketa secara damai, Melaksanakan tindakan kolektif, mencegah ancaman kepada perdamaian, mempromosikan kerjasama sosial ekonomi internasional dan hak asasi manusia. Keanggotaan PBB terbuka bagi negara-negara yang cinta damai untuk mendorong penyelesaian sengketa secara damai.


Sejarah Berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Sejarah Berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
PENGERTIAN PBB
Perserikatan Bangsa-Bangsa atau biasa disingkat PBB (bahasa Inggris: United Nations atau disingkat UN) ialah organisasi internasional yang beranggotakan negara-negara berdaulat yang bertujuan menghindari perang dunia dan mala petaka kemanusiaan akibat perang. Piagam PBB ditandatangani oleh delegasi 51 negara pada tanggal 26 Juni 1945. Dan Piagam PBB mulai beroperasi pada tanggal 24 Oktober 1945. Seperti Liga Bangsa-Bangsa, tujuan utama PBB ialah menjaga perdamain dan keamanan internasional, menyelesaikan sengketa secara damai, Melaksanakan tindakan kolektif,mencegah ancaman kepada perdamaian, mempromosikan kerjasama sosial ekonomi internasional dan hak asasi manusia. Keanggotaan PBB terbuka bagi negara-negara yang cinta damai untuk mendorong penyelesaian sengketa secara damai.
Bahasa resmi               : Inggris, Mandarin, Perancis, Rusia,   Arab, Spanyol
Sekretaris-Jendral        : Ban Ki-moon (sejak 2006)
Didirikan                     : 24 Oktober 1945
Jumlah anggota           : 192 Anggota
Markas                                    :  New York City, NY, AS
Situs resmi                   : http://www.un.org/

A. SEJARAH PBB

1. Sejarah Berdirinya PBB

Liga Bangsa-Bangsa dianggap gagal mencegah meletusnya Perang Dunia II (1939-1945). Untuk mencegah meletusnya Perang Dunia Ketiga, yang mana tak diinginkan oleh seluruh umat manusia, pada tahun 1945 PBB didirikan untuk menggantikan Liga Bangsa-Bangsa yang gagal dalam rangka untuk memelihara perdamaian internasional, dan meningkatkan kerjasama dalam memecahkan masalah ekonomi, sosial, dan kemanusiaan internasional.

Franklin D. Roosevelt

Rencana konkrit awal untuk organisasi dunia baru ini dimulai di bawah naungan Departemen Luar Negeri AS pada tahun 1939. Franklin D. Roosevelt dipercaya sebagai seorang yang pertama menciptakan istilah “United Nations” atau Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai istilah untuk menggambarkan negara-negara Sekutu. Istilah ini pertama kali secara resmi digunakan pada 1 Januari 1942, ketika 26 pemerintah menandatangani Piagam Atlantik, dimana masing-masing negara berjanji untuk melanjutkan usaha perang.
Pada tanggal 25 April 1945, Konferensi PBB tentang Organisasi Internasional dimulai di San Francisco, dihadiri oleh 50 pemerintah, dan sejumlah organisasi non-pemerintah yang terlibat dalam penyusunan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. PBB resmi disusun pada 24 Oktober 1945 atas ratifikasi Piagam oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan-Perancis, Republik Tiongkok, Uni Soviet, Inggris dan Amerika Serikat-dan mayoritas dari 46 anggota lainnya. Sidang awam pertama, dengan 51 wakil negara, dan Dewan Keamanan, diadakan di Church House, London pada 10 Januari 1946.

 

2, Kantor PBB

Kantor Pusat PBB dikala ini dibangun di sebelah Sungai East (East River), New York City pada tahun 1949 di atas tanah yang dibeli dari John D. Rockefeller, Jr. dengan dana bersama sebanyak 8.5 juta dollar AS jadi bukan milik Amerika Serikat. John D. Rockfeller pun juga diketahui merupakan anggota Freemason. Arsiteknya dari beraneka bangsa, termasuknya Le Corbusier (Perancis), Oscar Niemeyer (Brazil), dan wakil-wakil dari beberapa negara yang lain. Tim ini diketuai oleh Wallace K. Harrison, Pimpinan Harrison & Abramovitz (NYC). Kantornya dibuka secara resmi pada 9 Januari 1951.

3. Logo/Lambang PBB

Lambang PBB yang menampakkan globe dengan garis lintang dan bujur membentuk 33 kolom. Tak hanya itu, di dalam logo nya pun, terdapat segmen coretan sebanyak 33 juga berupa tebaran ranting dan dedaunan Akasia. Apakah hanya sekedar kebetulan? Simbol nomor 33 ialah melambangkan 33 tingkatan dalam organsasi rahasia Freemasonry produk Yahudi. Pohon akasia, mungkin bisa diartikan dengan “semak yang membakar” yang Moses (Nabi Musa) peroleh di tengah padang pasir dan merupakan kayu yang oleh Tuhan diperintahkan kepada Moses untuk gunakan sebagai bahan Bahtera / Kapal, Meja, dan Tempat Beribadah.

 

4. Pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dikala berdirinya PBB

Ada banyak bukti, bahwa lahirnya PBB dan segala keputusan dan tindakannya ialah buah dari konsep organisasi bawah tanah Freemasonry produk Yahudi dan kaki tangannya untuk melindungi gerakan zionisme dan kepentingan Eropa Barat serta Amerika Serikat yang merupakan teman mesranya negara zionis Israel. Pelanggaran-pelanggaran hal yang demikian, yaitu:
1)      Pencetus PBB ialah Franklin D. Roosevelt, seorang masonic dan sekaligus Presiden Amerika Serikat.
2)      Konseptor Piagam PBB ialah Organisasi Yahudi Lions Club yang diundang secara     khusus pada 25 April 1945 di San Francisco.
3)      Lambang PBB berupa gambar bola dunia dengan garis lintang dan bujur membentuk 33 kolom ialah melambangkan 33 tingkatan dalam organsasi rahasia Freemasonry produk yahudi.
4)      Slogan yang senantiasa diungkapkan oleh Freemasonry dan Lions Club ialah kebebasan, persaudaraan, dan kesetaraan (versi Yahudi) ialah sama dengan muatan Piagam PBB.
5)      Adanya lembaga keuangan di bawah PBB seperti Bank Dunia dan IMF telah nyata-nyata memakai sistem ribawi yang mencekik negara berkembang dan menebalkan kantong negara-negara maju dengan program “pinjaman lunak” jangka panjang yang bunganya bisa naik hingga seratus persen tiap-tiap tahunnya karena menggunakan kurs mata uang Amerika dan Eropa. Meski sistem perbankan pertama kali timbul pada abad ke-18 selepas Perang Salib, oleh para “Kesatria Templar” penganut faham Freemasonry. Mereka menumpuk uang dan emas dengan memakai sistem chek dan bunga bagi para penziarah yang mengunjungi Kota Yerusalem. Kemudian pada abad selanjutnya baru timbul perbankan modern di Inggris milik seorang Yahudi bernama Rockefeller. Mereka memandang masa kejayaan agama telah berakhir dan digantikan Kekuatan Emas dan Penguasaan Informasi.
6)      Adanya “dominasi kekuatan” oleh lima Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB yang mempunyai Hak Veto ialah bukti nyata kesombongan dan egoisme mereka. Meski Majelis awam yang secara “hukum” lebih tinggi dimana anggotanya seluruh negara tak lebih sebagai “penonton” yang tak berdaya dalam tiap-tiap kebijakan akhir PBB. Mereka menindas bangsa lemah, memaksakan paket demokrasi dalam tiap-tiap negara untuk memudahkan campur tangannya, lalu secara curang melarang kepemilikan dan penggunaan senjata nuklir selain oleh 5 negara tadi dan negara Zionis Israel. Begitu juga skandal Yahudi dengan PBB, juga sudah bukan rahasia lagi. Sebelum PBB lahir, Yahudi sudah menguasai lembaga dunia yang semisalnya ada waktu itu, LBB. Hal ini ditegaskan Nahom Sokolov, seorang pemimpin Zionis dalam muktamar Zionis tanggal 27 Agustus 1922. Dan peran terbesar yang telah dimainkan oleh LBB untuk kepentingan Zionis internasional ialah, keberhasilannya meletakkan batu pertama bagi berdirinya negara Israel di tanah Palestina. Setelah itu baru lahir PBB melanjutkan peran yang pernah dimainkan LBB sebelumnya. tak diragukan lagi, bahwa PBB merupakan hasil pemikiran Yahudi sebagaimana pendahulunya LBB. Semenjak hari kelahirannya, Zionis internasional telah menancapkan kukunya di PBB, dimana 60 % dari keseluruhan pegawai PBB ialah Yahudi yang mayoritas memegang posisi penting dan strategis. Sementara sekiranya diperbandingkan dengan jumlah penduduk dunia secara keseluruhan, jumlah Yahudi tak lebih dari 5 %. Dengan demikian, jelaslah bagaimana pengaruh Zionis internasional di PBB untuk merealisasikan impian dan tujuan politik jahat mereka. Maka ketika negara Yahudi (Israel) ini tak mematuhi resolusi yang dikeluarkan PBB, lembaga dunia ini hanya bisa berpangku tangan tak pernah mengambil tindakan tegas. Berbeda halnya bila yang tak mematuhi resolusi PBB ialah negara Islam, maka tak pelak lagi seluruh kekuatan dunia akan dikerahkan untuk menghancurkannya.

5. ASAS DAN TUJUAN BERDIRINYA PBB

B.     Asas PBB

Asas Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai berikut:
1)      Persamaan derajat dan kedaulatan seluruh negara anggota.
2)      Persamaan hak dan kewajiban seluruh negara anggota.
3)      Penyelesaian sengketa dengan cara damai.
4)      tiap-tiap anggota akan memberikan bantuan kepada PBB cocok ketentuan Piagam PBB.
5)      PBB tak boleh mencampuri urusan dalam negeri negara anggota.

C.    Tujuan PBB

Tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai berikut:
1)      Memelihara perdamaian dan keamanan dunia.
2)      Mengembangkan hubungan persahabatan antarbangsa berdasarkan asas-asas persamaan derajat, hak menentukan nasib sendiri, dan tak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
3)      Mengembangkan kerjasama internasional dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusiaan.
4)      Menyelesaikan perselisihan dengan cara damai dan mencegah timbulnya peperangan.
5)      Memajukan dan menghargai hak asasi manusia serta kebebasan atau kemerdekaan fundamental tanpa membedakan warna, kulit, Macam kelamin, bahasa, dan agama.
6)      Menjadikan pusat kegiatan bangsa-bangsa dalam mencapai kerja sama yang harmonis untuk mencapai tujuan PBB.

2.      KEANGGOTAAN PBB

Keanggotaan PBB terdiri dari 2 macam, yaitu:
1)      Anggota asli (orginal members) yang terdiri dari 50 negara yang menandatangani Piagam San Fransisco 26 Juni 1945. Pada tanggal 15 Oktober 1945 Polandia menyusul sehingga menjadi 51 negara.
2)      Anggota tambahan, yakni negara-negara anggota PBB yang masuk kemudian berdasar syarat-syarat disetujui Majelis awam PBB.
Syarat-syaratnya ialah sebagai berikut.
a)      Negara merdeka.
b)      Negara yang cinta damai.
c)      Sanggup mematuhi ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Piagam PBB.
d)     Diusulkan oleh Dewan Keamanan dan disahkan oleh Majelis awam PBB.

3.      STRUKTUR ORGANISASI PBB

Berdasarkan Konferensi San Fransisco menghasilkan suatu piagam yang menyebutkan organ-organ PBB sebagai berikut:
A.    Majelis awam (General Assemby)
B.     Dewan Keamanan (Security Council)
C.     Dewan Ekonomi dan Sosial (Ecinomic and Social Council)
D.    Dewan Perwalian (Trusteeship Council)
E.     Mahkamah Internasional (International Court of Justice)
F.      Sekretriat    

A.    Majelis awam

Majelis awam ialah majelis permusyawaratan utama Perserikatan Bangsa-Bangsa. Terdiri dari seluruh negara anggota PBB, majelis bertemu tiap-tiap tahun di bawah pimpinan yang dipilih dari negara-negara anggota. Selama jangka waktu dua minggu awal tiap-tiap sesi, seluruh anggota mempunyai kesempatan untuk berpidato di hadapan majelis. Biasanya Sekretaris Jenderal Melaksanakan pidato pertama, diikuti oleh pimpinan dewan. Sidang pertama diadakan pada tanggal 10 Januari 1946 di Westminster Central Hall di London dan dihadiri oleh wakil dari 51 negara.
 Tugas dan kekuasaaan majelis awam bisa dibagi dalam 8 golongan, yaitu mengenai:
1)      Pelaksaan perdamaian dan keamanan internasional
2)      Kerja sama dilapangan perekonomian dan masyarakat internasional
3)      Sistem perwakilan internasional
4)      Keterangan-keterangan mengenai daerah-daerah yang belum mempunyai pemerintah sendiri
5)      Urusan keuangan
6)      penggunaan keanggotaan dan penerimaan anggota
7)      Perubahan piagam
8)      Hubungan dengan alat-alat perlengkapan lain

B.     Dewan Keamanan

Dewan Keamanan PBB ialah badan terkuat di PBB. Tugasnya ialah menjaga perdamaian dan keamanan antar negara. Sedang badan PBB lainnya hanya bisa memberikan rekomendasi kepada para anggota, Dewan Keamanan mempunyai kekuatan untuk mengambil keputusan yang patut dilaksanakan para anggota di bawah Piagam PBB. Dewan Keamanan mengadakan pertemuan pertamanya pada 17 Januari 1946 di Church House, London dan keputusan yang mereka tetapkan disebut Resolusi Dewan Keamanan PBB.        
Tugas Dewan Keamanan PBB       :
Dalam hal mempertahankan perdamaian dan keamanan internasional diserahkan kepada dewan keamanan, dengan syarat; seluruh tindakan dewan keamanan hal yang demikian patut selaras dengan tujuan dan azas-azas PBB, tugas dan kewajiban dewan keamanan bisa dibagi atas beberapa golongan, yaitu:
1)      Menyelesaikan perselisihan dengan cara-cara damai, yaitu dengan cara yang didasarkan atas; persetujuan sukarela atau paksaan hukum dalam menjalankan persetujuan.
2)      Mengambil tindakan-tindakan kepada ancaman perdamaian dan perbuatan yang berarti penyerangan.
Fungsi Dewan Keamanan PBB:
1)      Memelihara perdamaian dan keamanan internasionaal selaras dengan azas-azas dan tujuan PBB.
2)      Menyelidiki tiap-tiap persengketaan atau situasi yang bisa menimbulkan pergeseran internasional
3)      Mengusulkan Sistem-Sistem untuk menyelesaikan sengketa-sengketa yang demikian atau syarat penyelesaian.
4)      Merumuskan rencana-rencana untuk menetapkan suatu sistem mengatur persenjataan
5)      Menentukan adanya suatu ancaman kepada perdamaian atau tindakan agresi dan mengusulkan tindakan apa yang patut diambil
6)      Menyerukan untuk mengadakan sanksi-sanksi ekonomi dan tindakan lain yang bukan perang untuk mencegah atau menghentikan aggressor
7)      Mengadakan aksi militer kepada seorang aggressor
8)      Mengusulkan pemasukan anggota-anggota baru dan syarat-syarat dengan negara-negara mana yang bisa menjadi pihak dalam setatus mahkamah internasional
9)      Melaksanakan fungsi-fungsi perwakilan PBB di daerah “strategis”.
10)  Mengusulkan kepada majelis awam pengangkatan seorang sekretaris jendral, dan bersama–sama dengan majelis awam, pengangkatan para hakim dari mahkamah internasional
11)  Menyampaikan laporan tahunan kepada majelis awam

 

Dewan Ekonomi dan Sosial

Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) membantu Majelis awam dalam mempromosikan kerjasama ekonomi dan sosial internasional dan pembangunan. ECOSOC mempunyai 54 anggota, yang semuanya dipilih oleh Majelis awam untuk masa jabatan tiga tahun. Presiden dipilih untuk jangka waktu satu tahun dan dipilah di antara kekuatan kecil atau menengah yang berada di ECOSOC. ECOSOC bertemu sekali setahun pada bulan Juli untuk sesi empat minggu. Sejak tahun 1998, telah mengadakan pertemuan lain tiap-tiap bulan April dengan menteri keuangan yang menduduki komite kunci dari Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Tugas Dewan Ekonomi dan Sosial ialah sebagai berikut:
1)      Mengadakan penyelidikan dan menyusun laporan tentang soal-soal ekonomi, sosial, pendidikan, dan kesehatan di seluruh dunia
2)      Mengembangkan sosial, ekonomi, dan, politik
3)      Mengkoordinasi kegiatan-kegiatan dari bidang khusus dengan berkonsultasi dan menyampaikannya pada Sidang awam kepada mereka dan anggota PBB.

 

Dewan Perwakilan

Dewan Perwalian PBB ialah suatu sistem perwalian internasional lebih jauh telah didirikan oleh anggota PBB untuk mengatur pemerintah daerah-daerah yang ditempatkan di bawah pengawasan PBB melalui persetujuan-persetujuan perwalian individual. (daerah-daerah yang demikian oleh karena itu disebut “daerah-daerah perwalian.
Tujuan Dewan Perwalian ialah sebagai berikut:
4)      Memelihara perdamaian dan keamanan internasional
5)      Mengusahakan kemajuan penduduk daerah perwalian agar mereka mencapai pemerintahan sendiri atau kemerdekaan
6)      Memberi dorongan agar mengakui dan menghormati hak-hak manusia dari rakyat-rakyat di dunia
7)      Memastikan perlakuan yang sama di daerah perwalian dalam dilema-dilema sosial, ekonomi, dan komersial untuk seluruh anggota PBB dan kebangsaan-kebangsaan mereka, serta perlakuan yang sama bagi kebangsaan seluruh anggota dalam mengatur keadilan di daerah-daerah yang di ambil dari negara-negara musuh akibat perang dunia kedua dan lain-lain yang secara sukarela ditempatkan dibawah sistem perwalian. tak satu pun negara yang menjadi anggota PBB bisa diatur pemerintahannya dibawah sistem perwalian.

 

Mahkamah Intenasional

Mahkamah Internasional (bahasa Inggris: International Court of Justice) berkedudukan di Den Haag, Belanda. Mahkamah merupakan badan kehakiman yang terpenting dalam PBB. Dewan keamanan bisa menyerahkan suatu sengketa hukum kepada mahkamah, majelis awam dan dewan keamanan bisa memohon kepada mahkamah nasehat atas dilema hukum apa saja dan organ-organ lain dari PBB serta badan-badan khusus apabila pendapat wewenang dari majelis awam bisa meminta nasehat mengenai dilema-dilema hukum dalam ruang lingkup kegiatan mereka. Majelis awam telah memberikan wewenang ini kepada dewan ekonomi dan sosial, dewan perwakilan, panitia interim dari majelis awam, dan beberapa badan-badan antar pemerintah.

 

Sekretariat

Sekretariat PBB ialah salah satu badan utama dari PBB dan dikepalai oleh seorang Sekretaris Jendral PBB, dibantu oleh seorang staff pembantu pemerintah sedunia. Badan ini menyediakan penelitian, informasi, dan fasilitas yang dibutuhkan oleh PBB untuk rapat-rapatnya.
Sekretriat berperan dalam hal-hal sebagai berikut:
8)      Berinisiatif meminta perhatian dewan keamanan atas masalah yang berdasarkan pendapatnya mengancam kemanan internasional dan meminta agar masalah hal yang demikian dicantumkan pada agenda dewan keamanan dan majelis awam, memberikan jasa-jasa bagus bagi penyelesaian masalah hal yang demikian.
9)      Menyiapkan anggaran belanja yang diajukan kepada majeis awam untuk mendapat persetujuan.
Tugas Sekretaris-Jenderal termasuk membantu menyelesaikan sengketa internasional, administrasi operasi penjaga perdamaian, menyelenggarakan konperensi internasional, mengumpulkan informasi tentang pelaksanaan keputusan Dewan Keamanan, dan konsultasi dengan pemerintah anggota mengenai beraneka inisiatif. Sekretariat kunci kantor di daerah ini termasuk Kantor Koordinator Urusan Kemanusiaan dan Departemen Operasi Penjaga Perdamaian. Sekretaris-Jenderal bisa membawa kepada perhatian Dewan Keamanan tiap-tiap masalah yang, berdasarkan nya, bisa mengancam perdamaian dan keamanan internasional.
Sekretaris Jenderal dikala ini Ban Ki-moon, yang mengambil alih dari Kofi Annan pada tahun 2007 dan akan memenuhi syarat untuk pengangkatan kembali ketika masa jabatan pertamanya berakhir pada tahun 2011.
Fungsi-fungsi sekretaris jendral
1)      Sebagai kepala administratif dari PBB
2)      Membawa dihadapan perhatian dewan keamanan tiap-tiap dilema yang berdasarkan pendapatnya membahayakan perdamaian dan keamanan internasional
3)      Membuat laporan tahunan dan tiap-tiap laporan tambahan yang perlu pada majelis awam mengenai pekerjaan PBB
Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa
1)      Trygve Lie, Norwegia (1945-1953)
2)      Dag Hammarskjöld, Swedia (1953-1961)
3)      U Thant, Burma (1961-1971)
4)      Kurt Waldheim, Austria (1972-1981)
5)      Javier Pérez de Cuéllar, Peru (1982-1991)
6)      Boutros Boutros-Ghali, Mesir (1992-1996)
7)      Kofi Annan, Ghana (1997-2006) perkiraan tanggal pension
8)      Ban Ki-moon, Korea Selatan (2006-)

 

LEMBAGA KHUSUS PBB

No.
Akronim
Lembaga
Pusat
Kepala
Berdiri
1
FAO
Organisasi Pangan dan Pertanian
Roma, Italia
Jacques Diouf
1945
2
IAEA
Badan Tenaga Atom Internasional
Wina, Austria
Yukiya Amano
1957
3
ICAO
Organisasi Penerbangan Sipil Internasional
Montreal, Kanada
Raymond Benjamin
1947
4
IFAD
Dana Internasional untuk Pengembangan Pertanian
Roma, Italia
Kanayo F. Nwanze
1977
5
ILO
Organisasi Buruh Internasional
Jenewa, Swiss
Juan Somavía
1946 (1919)
6
IMO
Organisasi Maritim Internasional
London, Britania Raya
Efthimios E. Mitropoulos
1948
7
IMF
Dana Moneter Internasional
Washington, D.C., AS
Christine Lagarde
1945 (1944)
8
ITU
Uni Telekomunikasi Internasional
Jenewa, Swiss
Hamadoun Touré
1947 (1865)
9
UNESCO
Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa
Paris, Perancis
Irina Bokova
1946
10
UNIDO
Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa
Wina, Austria
Kandeh Yumkella
1967
11
UPU
Kesatuan Pos Sedunia
Bern, Swiss
Edouard Dayan
1947 (1874)
12
WB
Bank Dunia
Washington, D.C, AS
Robert B. Zoellick
1945 (1944)
13
WFP
Program Pangan Dunia
Roma, Italia
Josette Sheeran
1963
14
WHO
Organisasi Kesehatan Dunia
Jenewa, Swiss
Margaret Chan
1948
15
WIPO
Organisasi Hak atas Kekayaan Intelektual Dunia
Jenewa, Swiss
Francis Gurry
1974
16
WMO
Organisasi Meteorologi Dunia
Jenewa, Swiss
Alexander Bedritsky
1950 (1873)
17
UNWTO
Organisasi Pariwisata Dunia
Madrid, Spanyol
Taleb Rifai
1974

6  NEGARA ANGGOTA

Dengan penambahan Sudan Selatan pada tanggal 14 Juli 2011, dikala ini ada 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk seluruh negara yang menyatakan kemerdekaannya masing-masing dan diakui kedaulatannya secara internasional, Selain Vatikan (Tahta Suci, yang memegang kedaulatan atas Vatikan, ialah pengamat permanen).
Piagam PBB menguraikan aturan untuk keanggotaan:
1)      Keanggotaan di PBB terbuka untuk seluruh negara cinta damai lainnya yang mendapatkan kewajiban yang termuat dalam Piagam ini dan, berdasarkan penilaian Organisasi, mampu dan mau melaksanakan kewajiban-kewajiban ini.
2)      Penerimaan dari negara hal yang demikian kepada keanggotaan di PBB akan diberi pengaruh oleh keputusan Majelis awam atas rekomendasi Dewan Keamanan.

7.      PENDANAAN PBB

10 besar donatur di PBB, 2009
Negara anggota
Kontribusi
(
% dari anggaran UN)
Amerika Serikat
22,00%
Jepang
16,624%
Jerman
8,577%
Britania Raya
6,642%
Perancis
6,301%
Italia
5,079%
Kanada
2,977%
Spanyol
2,968%
Cina
2,667%
Meksiko
2,257%
Negara anggota lainnya
23,908%