Sejarah Asal usul Permainan Bola Volly

Sejarah Asal usul Permainan Bola Volly – Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA padatanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (AmerikaSerikat). WilliamG.Morgan dilahirkan di Lockport, New York padatahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942.YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkanajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan olehYesus.Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggrisoleh George William.



Sejarah Asal usul Permainan Bola Volly
Sejarah Asal usul Permainan Bola Volly

A. Sejarah Permainan Bola Volly
Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun 1985.ia adlah seorang Pembina pendidikan jasmani pada Young Men Christian Association (YMCA di kota Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat. Nama permainan in semula disebut “Minonette” yang hamper serupa dengan permainan badminton. Jumlah pemain di sini tak terbatas pantas dengan tujuan semula yakni untuk mengembangkan kesegaran jasmani para buruh di samping bersenam secara missal.William G. Morgan kemudian melanjutkan ide nya untuk mengembangkan permainan hal yang demikian agar mencapai cabang olah raga yang dipertandingkan.

Nama permainan kemudian menjadi “volley ball yang artinya kurang lebih mem-volibola
Pertandingan bola voli masuk acara resmi dalam PON II 1951 di Jakarta dan POM I di Yogyakarta tahun 1951. Setelah tahun 1962 perkembangan bola voli seperti jamur tumbuh di musim hujan banyaknyaklub-klub bola voli di seluruhpelosoktanah air.


Hal initerbukti pula dengan data-data peserta pertandingan dalam kejuaran nasional. PON dan pesta-pesta olahragalain, di mana angka menunjukkan peningkatan jumlahnya. Boleh dikatakan hingga ketika ini permainan bola voli di Indonesia menduduki tempat ketiga setelah sepak bola dan bulutangkis.

Untuk pertama kalinya dalamsejarah perbola volian Indonesia, PBVSI telah bisa mengirimkantim bola voliyunior Indonesia kekejuaraan Dunia di Athena Yunani yang berlangsung dari tanggal 3-12 september 1989. tim bola voli yuniorputra Indonesia ini dilatih oleh Yano Hadiandengan dibantu oleh trainer Kanwar, serta pelatih dari Jepang HidetoNishioka, Meski pelatih fisik diserahkan kepada Engkos Kosasih dari bidangkepelatihan PKON (pusat kesehatan olahraga nasional) KANTOR MENPORA.

Dalam kejuaraan dunia bola voli putra hal yang demikian, sebagai juaranya yakni :
  • UniSovyet
  • Kuba
  • Jepang
  • Yunani
  • Brazil
  • Polandia
  • Bulagaria

Meski Indonesia sendiri baru bisa menduduki urutan ke 15.Dalam  jangka waktu  di bawah pimpinan ketua awam PBVSI Jendral (Pol) Drs. Mochamad Sanusi, perbolavolian makin meningkat bagus darijumlahnya perkumpulan yang ada ataupun daril ancarnya system kompetisi yang berlangsung,; hingga dengan kegiatan yang dilaksanakan bagus di dalam ataupun di luar negeri.

Demonstrasi pertandingan yang dibawakan oleh kedua tim, serta penjelasan yang telah disampaikan oleh Morgan-pun telah membawa sebuah perubahan pada Mintonette. Perubahan pertama yang terjadi pada permainan hal yang demikian terjadi pada namanya.Atas saran dari Profesor AlfredT.Halstead yang  juga menyaksikan dan memperhatikan demonstrasi serta penjelasan Morgan, nama Mintonette-pun berubah menjadi Volleyball (bola voli). Pemilihan nama Volleyball sebagai pengganti Mintonette-pun tak dilaksanakan dengan tanpa pertimbangan. 

Nama Volleyball dipilih berdasarkan gerakan-gerakan utama yang terdapat pada permainan hal yang demikian, yaitu gerakan memukul bola sebelum bola hal yang demikian jatuh ke tanah (volley).Pada mulanya, nama Volleyball-pun dieja secara terpisah (dua kata), yaitu “Volley Ball”. Kemudian pada tahun 1952, KomiteAdministratif USVBA (United States Volleyball Association) memilih untuk mengeja nama hal yang demikian dalam satu kata, yaitu “Volleyball”. USVBA yakni persatuan olahraga bola voli yang terdapat di AmerikaSerikat. Asosiasi ini pertama kali didirikan pada tahun 1928, dan pada ketika ini USVBA lebih diketahui dengan nama USAV (USA Voleyball). Setelah demonstrasi hal yang demikian, komite YMCA berjanji untuk mempelajari undang-undang-undang-undang permainan yang telah ditulis dan diserahkan oleh Morgan.

B. Perasarana Permainan Bola Voli 

Lapangan dan Ukurannya Permainan Bola Voli
Lapangan dan Ukurannya Permainan Bola Voli 

1. Lapangan dan Ukurannya Permainan Bola Voli 
Lapangan permainan bola voli  berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 18 m dan lebar 9 m, segala garis batas lapangan, garis tengah, garis daerah serang yakni 3 m (daerah depan). Garis batas itu diberi tanda batas dengan menggunakan tali, kayu, cat/kapur, kertas yang lebarnya tak lebih dari 5 cm. lapangan permainan bola voli  terbagi menjadi dua bagian sama besar yang masing-masing luasnya 9 x 9 meter. Di tengah lapangan dibatasi garis tengah yang membagi lapangan menjadi dua bagian sama besar. Masing-masing lapangan terdiri dari atas daerah serang dan daerah pertahanan. Daerah serang yaitu daerah yang dibatasi oleh garis tengah lapangan dengan garis serang yang luasnya 9 x 3 meter.

2.  Daerah Servise Permainan Bola Voli 
Daerah service yakni daerah selebar 9 meter di belakang tiap-tiap garis akhir. Daerah ini dibatasi oleh dua garis pendek sepanjang 15 cm yang diwujudkan 20 cm di belakang garis akhir, sebagai kepanjangan dari garis samping. Kedua garis pendek hal yang demikian sudah termasuk di dalam batas daerah service, perpanjangan daerah service yakni kebelakang hingga batas akhir daerah bebas.

3. Jaring (Net) Permainan Bola Voli 
Jaring untuk permainan bola voli  berukuran tak lebih dari 9,50 meter dan lebar tak lebih dari 1,00 meter dengan petak-petak atau mata jaring berukuran 10 x 10 cm, tinggi net untuk putra 2,43 meter dan untuk putri 2,24 meter, tepian atas terdapat pita putih selebar 5 cm.

4. Antene Rod Permainan Bola Voli 
Di dalam pertandingan permainan bola voli  yang sifatnya nasional ataupun internasional, di atas batas samping jaring dipasang  tongkat atau rod yang menonjol ke atas setinggi 80 cm dari tepi jaring atau bibir net. Tongkat itu terbuat dari bahan fibergelas dengan ukuran panjang 180 cm dengan diberi warna kontras.

5.    Bola Permainan Bola Voli 
Bola seharusnya bulat terbuat dari kulit yang lentur atau terbuat dari kulit sintetis yang bagian dalamnya dari karet atau bahan yang sejenis. Warna bola seharusnya satu warna atau kombinasi dari beberapa warna. Bahan kulit sintetis dan kombinasi warna pada bola dipergunakan pada pertandingan resmi internasional seharusnya pantas dengan standar FIVB. Keliling bola 64 – 67 cm dan beratnya 260 – 280 grm, tekanan didalam bola seharusnya 0, 39 – 0, 325 kg/cm2  (4,26 – 4,61 Psi) (294,3 – 318,82 mbar/hpa).

6.    Pemain Permainan Bola Voli 
Jumlah pemain dalam lapangan permainan sebanyak 6 orang tiap-tiap regu dan ditambah 5 orang sebagai pemain cadangan dan satu orang pemain libero. Satu tim maksimal terdiri dari 12 pemain, saru coach, satu sistem coach, satu trainer, dan satu dokter medis, Selain libero, satu dari para pemain yakni kapten tim, dia seharusnya diberi tanda dalam score sheet.

Hanya pemain terdaftar dalam score sheet bisa memasuki lapangan dan bermain dalam pertandingan. Pada ketika coach dan kapten tim menandatangani scoresheet pemain yang terdaftar tak bisa diganti. Bola Voli

C. Teknik Permainan Bola Volly

Teknik dalam permainan bola voli ada 2 macam, yaitu :
1.  Teknik Tanpa Bola.
a. Sikap Siap
Berdiri dengan kaki yang satu didepan kaki yang lain, kedua kaki terbuka selebar bahu, kedua lutut ditekuk hingga membentuk sudut 135º, kedua tangan ditekuk sedikit diletakkan rileks didepan tubuh,  badan dicondongkan kedepan hingga tumit terangkat.
b.  Pengambilan posisi yang tepat & benar.
c.  Langkah kaki gerak kedepan, kebelakang, kesamping kiri & kesamping kanan.
d. Langkah kaki untuk awalan Smash dan awalan Block.
e.       Bergulir kesamping & bergulir kebelakang.
f.  Gerak meluncur.
g.  Gerak tipuan

2. Teknik Dengan Bola
a.Service untuk menyajikan bola pertama.
1.   Underhand Service
 Pemain berdiri menghadap net , kaki kiri didepan kaki kanan, lengan kiri dijulurkan kedepan dan memegang bola (ini untuk pemain tangan kanan, bagi pemain tangan kiri sebaliknya).
Bola dilempar rendah keatas , berat badan bertumpu pada kaki sebelah belakang, lengan yang bebas digerakkan kebelakang dan diayunkan kedepan dan memukul bola. Sementara berat badan dipindahkan kekaki sebelah depan.
Bola dipukul dengan telapak tangan terbuka, pergelangan tangan kaku dan kuat. Gerakan terakhir yakni memindahkan kaki yang dibelakang kedepan.

Jenis² Underhand Service
a.       Back Spin Underhand Serve : Bola berputar kebelakang.
b.      Top Spin (Cutting) Underhand Serve: Bola berputar keatas.
c.       Inside Spin Underhand Serve : Bola berputar kedalam.
d.      Outside Spin Underhand Serve : Bola berputar keluar.

2.    Overhead Service
Pemain berdiri dengan kaki kiri berada lebih kedepan dan kedua lutut agak ditekuk Tangan kiri dan kanan bersama² memegang bola, tangan kiri menyangga bola Meski yang kanan memegang bagian atas bola.
Bola dilambungkan dengan tangan kiri keatas hingga ketinggian ± 1m diatas kepala didepan bahu, dan telapak tangan kanan segera ditarik kebelakang atas kepala dengan telapak menghadap kedepan, berat badan dipindahkan kekaki sebelah belakang.
Setelah tangan berada dibelakang atas kepala dan bola berada sejangkauan tangan pemukul, maka bola segera dipukul dengan telapak tangan, lengan seharusnya tetap lurus dan seluruh tubuh ikut bergerak.
Bola dipukul dan diarahkan dengan gerakan pergelangan tangan, berat badan dipindahkan kekaki sebelah depan. Gerakan lengan terus dilanjutkan hingga melewati paha yang lainnya.

Jenis² Overhead Service
a.       Top Spin Overhead Serve : Bola berputar keatas.
b.      Inside Spin Overhead Serve : Bola berputar kedalam.
c.       Outside Spin Overhead Serve : Bola berputar keluar.
d.      Drive Overhead Serve : Bola berputar keatas.

3.      Floating  Service
a.       Frontal Floating Service : Bola mengapung kekiri & kekanan.
Bola dipegang setinggi kepala, lengan hampir lurus. Lengan yang memukul ada dalam posisi lurus atau tertekuk sedikit, ditarik kebelakang sebelum melempar bola.
Bola dilempar rendah, bagian atas tubuh tak bergerak, pergelangan tangan seharusnya tetap kaku. Bagian tengah bola dipukul dengan bagian bawah telapak tangan atau dengan tangan digenggam. Bola dipukul disebelah depan tubuh pemain dan tak ada gerakan lanjutan

b.      Side Floating Service : Bola mengapung kearah vertical.
Pemain berdiri dengan kedua kaki menghadap sisi lapangan. Bola dipegang dengan lengan menjulur kira² setinggi kepala. Lengan pemukul diayun kebelakang agak kesisi. Berat badan ditempatkan dikaki belakang, dengan kedua lutut ditekuk sedikit.
Lengan diangkat dengan gerakan melingkar, bola dilempar rendah. Lengan  dijulurkan dan bagian tengah badan bola dipukul dengan tangan tergenggam, sewaktu bola itu melambung tinggi didepan tubuh pemain. Bagian tubuh berputar sedemikian rupa hingga menghadap net, berat badan dipindahkan kekaki sebelah depan.
Kontak dengan bola singkat sekali, lengan dan tangan yang digunakan memukul stop sebentar Setelah mengadakan kontak dengan bola, kemudian gerakan diteruskan sedemikian rupa sehingga lengan terayun kebawah melewati kaki yang satunya.

4.      Jump Service
Jump Serve merupakan salah satu senjata ampuh untuk mengacaukan serangan kombinasi lawan, sebuah team memerlukan minimal 2 s/d 3 orang jump server yang bisa mengacaukan irama permainan lawan.


Keuntungan menggunakan jump serve yakni :
o       bisa menjatuhkan mental lawan
o       Mempersulit lawan untuk membangun serangan
o       Memudahkan blocker untuk Mengerjakan bendungan
o       Memudahkan kerja defender

                  Teknik Jump Serve :
o       Awalan ±4 langkah, hal ini untuk memperoleh power yang cukup.
o       Lompat pada langkah ke 4 diluar garis belakang dan jatuh didalam lapangan.
o       Lemparan tak dari belakang tetapi dari samping badan agar bisa terlihat dan mudah mengatur putaran bola kedepan.
o       Ayunan tangan sama seperti Mengerjakan Spike Bola Tinggi (Open Spike).
o       Step ketiga baru bola dilempar keatas, setelah Mengerjakan step sekali lagi, server meloncat dan memukul bola.
o       Gerakan seharusnya harmonis dan berkesinambungan dan tetap seperti gerakan spike, tak terpatah².

Cara Melatih
o       Untuk control spike, latihan diberikan mulai 3m atau di garis serang, bola dilempar sendiri dan spike. Setelah menguasai pada jarak 3 m, kemudian mundur dan lakukan pada jarak 4m, lalu 5 m dan seterusnya. Hal ini bisa melatih akurasi pukulan.
o       Latihan bisa digabung dengan receive, agar terbiasa dengan penerimaan jump serve.
o       Pemain seharusnya tahu bahwa jarak pukulan lurus dengan pukulan menyilang berbeda jaraknya ± 2m, sehingga gerakan lengan dan pergelangan tangan pada ketika memukulpun seharusnya berbeda.
o       Kontak pukulan pada bola dari jarak 3m berbeda dengan kontak pada bola pada garis belakang, semakin kebelakang kontak makin dibawah bola.
o       Pemukul tangan kanan sebaiknya melempar bola dengan tangan kanan.
o       Latih pemain secara berpasangan untuk melempar bola tanpa awalan dan tanpa lompatan dari garis belakang dan jatuhnya bola seharusnya pada posisi yang sama didalam lapangan.
o       Konsentrasi dalam jump serve benar-benar dibutuhkan, berikan latihan dengan target 10 bola untuk tiap-tiap posisi dan lakukan 3 kali dalam 1 minggu.


b.      Pass Bawah berguna untuk passing dan umpan. 
o       Pemain Mengerjakan sikap siap.
o       Kedua tangan rapat dan dijulurkan lurus kedepan, kedua lengan membuat sudut 45º dengan badan.
o       Sikap tubuh semakin merendah dengan menurunkan sudut lutut  dari 135º menjadi 45º.
o       Tungkai mulai dijulurkan keatas agak kedepan, bola mengenai lengan bawah yang terjulur lurus. Tungkai dijulurkan hingga berjingkat dan tangan tak boleh melewati bahu.
o       Kembali kepada sikap siap.

Jenis² Pass Bawah
1.      Pass Bawah dua Tangan
2.      Pass Bawah Satu Tangan
3.      Pass Bawah Bergulir Kesamping
4.      Pass Bawah Setengah Bergulir Kebelakang
5.      Pass Bawah Meluncur Kedepan
c.       Pass atas
berguna untuk passing dan umpan. Pada dasarnya pass atas yakni bola tangkap diatas, sentuhkan kekening dan lontarkan kembali keatas, tetapi karena proses gerakan hal yang demikian dilaksanakan dengan benar-benar cepat, maka bola terlihat seperti dipantulkan.
o       Pemain Mengerjakan sikap siap.
o       Badan dijulurkan keatas dengan meluruskan tungkai, bersamaan dengan menjulurkan kedua tangan keatas, sikap jari seperti hendak merangkum bola.
o       Tungkai ditekuk kembali hingga lutut membuat sudut 135º, posisi lengan ditekuk didepan muka diatas kening dan bola disentuh oleh ujung jari² tangan.
o       Tungkai dijulurkan kembali hingga berjingkat dan  bola dilambungkan kedepan atas dengan jari dan bantuan lengan yang digerakkan hingga lurus keatas.
o       Kembali kepada sikap siap.
      
      Jenis² Pass Atas
1.      Pass Atas Normal
2.      Pass Atas Setengah Bergulir Kebelakang
3.      Pass Atas Bergulir Kesamping
4.      Pass Atas Meloncat
d.      Umpan untuk menyajikan bola pada Smasher.
1.      Umpan Kedepan
Pengumpan menempatkan posisi badan dibawah dan agak dibelakang arah gerak bola, kedua telapak tangan dan jari² membentuk bulatan ½ lingkaran telah siap didepan atas muka dahi.

Jenis² Umpan.
a.      Umpan Normal/Open.
Bola segera diumpan keatas dengan kekuatan dorongan lengan, jari dan pergelangan tangan serta ayunan kaki. Usahakan bola parabol keatas net dengan ketinggian lebih dari 2m dari tepi atas net. Bola berada diantara smasher dan pengumpan sejajar net dengan jarak dari net ± 20cm – 50cm.
b.      Umpan Semi.
Perkenaan bola tepat diatas dahi segaris dengan sumbu badan, dimana umpan dilaksanakan dengan gerak keatas depan, ketinggian bola diatas tepi net antara diatas 1m s/d 2m. Penentuan kualitas parabol dan jalannya bola tergantung kekuatan jari, pergelangan tangan dan lengan. Timing pemberian umpan semi dilaksanakan bila smasher  telah kelihatan bergerak maju awalan dengan jarak ± 1m dari pengumpan.
c.       Umpan Straight/Kamboja.
Parabol bola antara 0.5m s/d 1.5m dari tepi atas net. Dorongan bola lebih dominan diperbandingkan dengan gerak keatas untuk parabol bola, Bola diatas net meluncur agak cepat dengan jarak 20cm – 50cm dari net, dimana akhir parabol bola Berlokasi diatas garis samping lapangan. Begitu bola datang segera dipantulkan kedepan atas dengan cepat, setelah pengumpan memperhatikan smasher telah berawalan merapat dengan net diluar garis samping lapngan. Timing pemberian umpan seharusnya tepat, yaitu ketika bola telah didepan atas dahi dan smasher telah siap mengambil awalan.

d.      Umpan Quick.
Teknik umpan ini memerlukan ketinggian  bola 50cm s/d 1m dari tepi atas net. Timing pemberian bola ketika smasher telah melayang keatas didepan pengumpan siap untuk memukul bola, biasanya pasing bola datang, tunggu sebentar hingga smasher meloncat untuk menunggu bola diatas net. Gerakan utama dalam umpan pendek ini yakni kekuatan jari dan pergelangan pengumpan, perkenaan tangan kepada bola sama dengan pelaksanaan umpan semi. Arah umpan parabol vertical disebut quick A, Meski parabol straight disebut quick B.

2.      Umpan Kebelakang
Pengumpan menempatkan posisi badan dibawah bola, badan agak dicondongkan kebelakang sedikit. Gerak jari & pergelangan tangan lebih aktif, secara khusus ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah, lengan segaris dengan kecondongan badan bagian atas ketika pelaksanaan umpan. Pandangan kebelakang sedikit untuk memperhatikan jalannya bola kearah belakang. Tipe umpan kebelakang sama dengan umpan kedepan.        

e.       Smash untuk serangan guna mematikan lawan.
Proses Mengerjakan smash bisa dibagi menjadi : Awalan, Tolakan, Meloncat, Memukul Bola dan Mendarat
o       Awalan
Berdiri dengan salah satu kaki dibelakang pantas dengan kebiasaan individu (tergantung smasher normal atau smasher kidal). Langkahkan kaki satu langkah kedepan (pemain yang bagus, bisa mengambil ancang² sebanyak 2 hingga 4 langkah), kedua lengan mulai bergerak kebelakang, berat badan berangsur² merendah untuk membantu tolakan.

o       Tolakan
Langkahkan kaki selanjutnya, hingga kedua telapak kaki hampir sejajar dan salah satu kaki agak kedepan sedikit untuk mengerem gerak kedepan dan sebagai persiapan meloncat kearah vertical. Ayunkan kedua lengan kebelakang atas sebatas kecakapan, kaki ditekuk sehingga lutut membuat sudut ±110º, badan siap untuk meloncat dengan berat badan lebih banyak bertumpu pada kaki yang didepan.
o       Meloncat
Mulailah meloncat dengan tumit & jari kaki menghentak lantai dan mengayunkan kedua lengan kedepan atas ketika kedua kaki mendorong naik keatas. Telapak kaki, pergelangan tangan, pinggul dan batang tubuh digerakkan serasi merupakan rangkaian gerak yang sempurna. Gerakan eksplosif dan loncatan vertikal.


o       Memukul Bola
Jarak bola didepan atas sejangkauan lengan pemukul, segera lecutkan lengan kebelakang kepala dan dengan cepat lecutkan kedepan sejangkauan lengan terpanjang dan tertinggi kepada bola. Pukul bola secepat dan setinggi mungkin, perkenaan bola dengan telapak tangan tepat diatas tengah bola bagian atas. Pergelangan tangan aktif menghentak kedepan dengan telapak tangan & jari menutup bola. Setelah perkenaan bola lengan pemukul membuat gerakan lanjutan kearah garis tengah badan dengan diikuti gerak tubuh membungkuk. Gerak lecutan lengan, telapak tangan, badan, tangan yang tak memukul dan kaki seharusnya harmonis dan eksplosif untuk menjaga keseimbangan ketika berada diudara. Pukulan yang benar akan menghasilkan bola keras & cepat turun kelantai.

o       Mendarat
Mendarat dengan kedua kaki mengeper. Lutut lentur ketika mendarat untuk meredam perkenaan kaki dengan lantai, mendarat dengan jari² kaki (telapak kaki bagian depan) dan sikap badan condong kedepan. Usahakan tempat mendarat kedua kaki hampir sama dengan tempat ketika meloncat.

Jenis² Smash.
1.      Open
Pemukul Mengerjakan gerak awalan setelah bola lepas dari tangan pengumpan, bola dipukul dipuncak loncatan dan jangkauan lengan yang tertinggi.
2.      Semi
Setelah bola lepas dipasing kearah pengumpan, pemukul seharusnya mulai bergerak perlahan kedepan dengan langkah tetap menuju kearah pengumpan. Begitu pengumpan menyajikan bola dengan ketinggian 1m  ditepi atas net maka secepatnya pemukul meloncat keatas dan memukul bola. Disini kecepatan gerak seharusnya lebih cepat dari pada smash dengan bola Open
3.      Quick
Begitu memperhatikan bola pasing ke pengumpan, maka pemukul Mengerjakan awalan secepat mungkin, dengan langkah yang panjang. Timing meloncat sebelum bola diumpan dengan jarak satu jangkauan lengan pemukul dengan bola yang akan diumpan. Pemukul melayang dengan tangan siap memukul, pengumpan menyajikan bola tepat didepan tangan pemukul. Lakukan pukulan dengan secepat²nya, gerakan pergelangan tangan yang cepat benar-benar bagus hasilnya. Loncatan smasher vertikal, jagalah keseimbangan badan pada ketika melayang.
4.      Straight
Smasher sebelum Mengerjakan gerakan awalan, terlebih dahulu bergerak kearah luar lapangan mendekati tiang net, smasher Mengerjakan awalan bergerak arah paralel  dengan jaring. Begitu bola hingga dibatas tepi jaring dengan ketinggian optimal bola, segeralah melompat dan langsung memukul secepatnya. Proses menjalankan teknik ini lebih cepat diperbandingkan smash dengan bola semi.
5.      Drive
Smash ini biasanya digunakan oleh pemain untuk bola jauh dari net, ketika meloncat smasher agak dekat dibawah bola, berbeda dengan ketika meloncat pada smash normal. Bola yang akan di smash Berlokasi diatas kanan bahu lengan pemukul. Gerak lecutan tangan dari depan atas badan diputarkan kearah yang berlawanan dengan arah jarum jam, telapak tangan membentuk cekungan seperti sendok. Cambukan keras, perkenaan bola dibagian belakang kearah bagian muka dengan telapak tangan, aktifkan gerakan pergelangan tangan . Gerakan cambukan seharusnya dibantu oleh otot² perut, samping dan bahu. Akibat cambukan kurve jalan bola akan panjang dan putaran bola menjauhi net, bola bergerak dengan cepat dan tajam.

6.      Dummy
Pemain Mengerjakan gerakan sama dengan pada waktu hendak Mengerjakan smash, tetapi pada waktu kontak dengan bola, bola tak dipukul melainkan disentuh saja dengan jari tangan. Lengan pemukul tetap bergerak dan dengan gerakan jari pemukul mengarahkan bola ketempat yang tak terjaga ditempat lawan. Bola bisa dilambungkan pendek atau panjang tergantung pada situasi.
7.      Bola 3 meter
Smash ini yakni serangan yang dilaksanakan dari belakang garis serang, pemukul yang berfungsi sebagai pemain belakang pada ketika tolakan tak boleh menginjak atau melewati garis serang, tetapi pada ketika mendarat boleh saja jatuh didalam garis serang.
8.      Kijang
Biasanya umpan bola back, pemukul Mengerjakan langkah panjang dan naik dengan tolakan loncatan menggunakan satu kaki, pemukul tangan kanan menolak dengan kaki kiri.
9.      Double Step
Smash dengan menggunakan gerak tipu, disini pemukul Mengerjakan dua kali gerakan untuk Mengerjakan tolakan meloncat. Tolakan pertama hanya berupa tipuan untuk mengecoh block, baru pada tolakan kedua pemukul meloncat dan Mengerjakan serangan.
10.  Step L
Smash ini hampir sama dengan smash normal, tetapi gerakan awalan berbeda. Pemukul melangkah kedepan, kemudian Mengerjakan langkah kesamping sebelum tolakan, baru kemudian melompat naik untuk Mengerjakan serangan.
f.        Block bermanfaat untuk pertahanan di net.
Untuk Mengerjakan block yang bagus, pemain seharusnya bisa memperkirakan jatuhnya bola, atau bisa meramalkan kemana kira² lawan akan memukul bola.
Proses Mengerjakan bendungan bisa dibagi menjadi : Awalan, Melompat, Kontak dengan Bola & Mendarat.
Pemain berdiri dengan kedua kaki sejajar dan kaki ditekuk sedikit, kedua tangan didepan dada, telapak kedua tangan menghadap net dan jari² dioptimalkan lebar². Sebagai awalan lutut ditekuk lebih dalam, posisi badan sedikit condong kedepan kemudian diteruskan dengan tolakan keatas dengan kedua kaki secara eksplosif serta mengayunkan kedua lengan lurus keatas secara bersamaan dan jari membuka agar kedua tangan merupakan suatu bidang yang luas.

Pada ketika melayang diudara dan ketika bola dipukul oleh lawan, segeralah tangan dihadapkan kearah datangnya bola dan berusaha menguasai bola itu. Pada ketika perkenaan tangan dengan bola, pergelangan tangan digerakkan secara aktif agar tangan bisa menekan bola dari arah atas depan kebawah secara tepat. Jari² kedua tangan pada ketika perkenaan ditegangkan agar tangan dan jari cukup kuat untuk mendapatkan tekanan bola yang keras. ketika perkenaan yang bagus yakni ketika sebelum bola dipukul, tangan blocker sudah benar² bisa mengurung bola hal yang demikian.
Setelah kontak dengan bola pemain mendarat kembali dengan tumpuan kedua kaki  dan lentur.

Jenis² Block
1.      Block Bola Open
Blocker bergerak mendekati lawan yang akan Mengerjakan spike,  posisi tangan berada didepan dada. Blocker melompat setelah spiker lawan Mengerjakan lompatan, sebelum melompat posisi badan direndahkan dengan menekuk lutut sehingga membentuk sudut ± 100º, kemudian blocker melompat setinggi mungkin dengan arah lompatan vertical.
2.      Block Bola Semi
Blocker bergerak mendekati lawan yang akan Mengerjakan spike,  posisi kedua tangan dinaikkan berada diatas depan kepala. Blocker tetap melompat setelah spiker lawan Mengerjakan lompatan, sebelum melompat posisi badan direndahkan dengan menekuk lutut sehingga membentuk sudut ± 110º, kemudian blocker melompat setinggi mungkin dengan arah lompatan vertical.
3.      Block Bola Quick
Blocker bergerak mendekati lawan yang akan Mengerjakan spike,  posisi kedua tangan diluruskan. Blocker melompat bersamaan dengan spiker lawan, sebelum melompat posisi badan direndahkan dengan menekuk lutut tak terlalu dalam (sudut lutut ± 135º), kemudian blocker melompat setinggi mungkin dengan arah lompatan vertical.
Yang perlu mendapat perhatian dari seorang blocker yakni :
o       Perhatikan gaya pasing receiver lawan, kemana bola itu diarahkan
o       Perhatikan terus jalannya bola dan perhatikan pula gaya pengumpan lawan secara khusus mata dan gerakaannya, jangan bergerak sebelum bola lepas dari tangan pengumpan..
o       Lihat body language spiker lawan, kearah mana spiker itu bergerak.
o       Posisi tangan atau jari waktu bergerak tak boleh berada dibawah pinggang, agar gerak tangan cepat mencapai spot block.
o       Side step (Block 2 step)  dilaksanakan untuk block jarak dekat, Meski Cross step (Block 3 step) digunakan untuk block jarak yang cukup jauh.
o       Blocker seharusnya dilatih dengan melompat beberapa kali disatu tempat, agar mempunyai reaksi yang bagus, bergerak secara cepat dan pandai membaca gerak.