Sejarah Akuntansi

Sejarah Akuntansi – Banyak hal yang kita peroleh bila kita mempelajari sejarah. Paling tak bisa memahami apa yang terjadi masa lalu serta bagaimana proses perkembangannya sehingga perkembangan itu hingga seperti ketika ini. Kemudian kita juga mempunyai dasar untuk memprediksi apa yang akan timbul dimasa depan bila situasi berjalan normal. Hal ini sejalan pula dengan dengan lingkup sosial ekonomi yang dari waktu ke waktu berkembang dan berubah secara cepat. Dari tahun ke tahun bidang usaha (business) yang terjadi semakin kompleks saja.


Sejarah Akuntansi
Sejarah Akuntansi

 Sehubungan dengan itu bidang akuntansi telah mengembangkan tata cara dan konsep baru dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi keuangan (financial Information )yang semakin meningkat secara cepat.  Dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari, sesungguhnya kita telah menggunakan jasa akuntansi. Ketika seorang pemilik warung mencatat pembelian barang dagangannya, mencatat siapa saja yang berhutang da warungnya, memisahkan kotak antara uang yang masuk dari hasil penjualan dengan kotak uang yang dialokasikan untuk belanja kebutuhan barang dagangan dan kebutuhan operasional di warungnya. Maka, pada dasarnya pemilik warung tadi telah mengaplikasikan teknik akuntansi.

A.     Sejarah Perkembangan Akuntansi
1.    Sejarah Lahirnya Praktik Akuntansi
        Pada hakikatnya para spesialis akan sepakat apabila dikatakan bahwa fungsi akuntansi atau praktik pencatatan akuntansi dalam arti pencatatan kejadian yang berhubungan dengan bisnis sudah dimulai lama, sejak adanya kejadian transaksi bisnis, bahkan sejak adanya kehidupan sosial ekonomi manusia. Hal ini terbukti dari bermacam penemuan-penemuan seperti dikemukakan Ernest Stevelinck dalam artikelnya yang berjudul Accounting in Ancient Times ( The Accounting Historians Journal Volume 12 No.1 (1985). bila kita simak ke masa lampau, ternyata orang-orang pada beberapa tingkat peradaban mengetengahkan dan menggunakan bermacam corak sistem pencatatan untuk menyimpan data seluruh kegiatan usahanya. Misalnya saja pencatatan itu dikerjakan pada kayu, tanah liat ataupun alat lainnya yang bisa digunakan untuk Melaksanakan pencatatan. Hitungan yang digunakan dalam pencatatan itu yaitu satuan nilai tertentu yang berlaku pada ketika itu. 

        Pada tahun 3200 SM telah diketahui dua macam teknik akuntansi secara simultan. Yang pertama, koin dengan format tertentu disimpan dan ditandai kemudian dimasukan ke dalam amplop. Macam lainnya, token disimpan dalam format yang lebih besar dengan bermacam variasi yang lebih kompleks. Pemisahan ini menggambarkan perbedaan tranksaksi cash ( Utang, Piutang, dan lain-lain) dengan transaksi noncash (persediaan, peralatan, tanah, dan lain-lain) ( Mattessich, 1987:79).

        Berdasarkan catatan yang ada, akuntansi yang paling tua ditemukan sekitar 3.600 SM di Babylonia, yaitu penemuan berupa catatan pembayaran gaji pada lempengan tanah liat. Banyak bukti-bukti lain dari pencatatan dan sistem kontrol akuntansi yang ditemukan di daerah Mesir yaitu pada awal kerajaan Mesir seorang manager yang bernama My mencatat transaksi hariannya dalam calamosreed(sejenis kulit) . di sini My yang mempunyai asisten telah bekerja secara efisien dan dengan sistem yang dibuatnya ia mampu mengamati kapalnya yang mengangkut barang-barang dari tokonya melalui sungai Nil. Di Inggris, sistem pencatatan mulai dianut pada abad ke-11. Ketika itu sistem pencatatan dikerjakan atas perintah dari “William the Conueror” yang dimaksudkan untuk mengetahui sumber-sumber keuangan kerajaan (kingdom).
Pada masa lampau akuntansi hanya digunakan untuk aspek yang sifatnya terbatas pada operasi keuangan khusus atau perusahaan milik negara. Jadi pada ketika ini belum ada sistematika akuntansi untuk seluruh transaksi, yang ada hanyalah tipe khusus atau bagian-bagian dari transaksi. Akuntansi yang lengkap untuk perusahaan kemudian baru timbul di dunia usaha karena adanya dorongan kebutuhan akan sistem pencatatan tertentu dari kantor dagang Itali, Roma.

2.    Sejarah Cara Pencatatan Double Entry
        Perkembangan akuntansi sejalan dengan perkembangan organisasi dan kegiatan suatu usaha, karena kehadirannya memerlukan pencatatan sehingga seluruh kegiatan akan tergambar di dalamnya. Pada abad ke-15 seorang spesialis Matematika berkebangsaan Italia Luca Paciolo telah menyusun buku tentang akuntansi dengan judul “Tractatus de Cumputis at Scritorio” buku ini berorientasi pada pembukuan berpasangan. Pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) mencatat kedua aspek transaksi sedemikian rupa yang membentuk suatu pemikiran yang berimbang. Praktek pencatatan akuntansi dalam arti pencatatan kejadian yang berhubungan dengan bisnis sudah dimulai sejak adanya kejadian dalam double entry bookkeeping.
berdasarkan pendapat Mattessich (dalam Harahap, 1997) bahwa double entry sudah ada sejak 5000 tahun yang lalu. Meskipun selama ini kita kenal bahwa penemu sistem tata buku berpasangan ini maka bisa dikemukakan sebagai berikut. Double entry accounting system telah disepakati para spesialis mula-mula diterbitkan oleh Luca Pacioli dalam bukunya yang berisi 36 bab yang terbit pada tahun 1949 di Florence, Italia dengan judul “Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita” yang berisi tentang palajaran ilmu pasti.
        Inoue (dalam Harahap, 1997) menyebutkan “Orang yang pertama-tama “menulis” (bukan menerbitkan seperti Pacioli) tentang double entry bookkeeping system yaitu Bonedetto Cotrugli pada 1458, 36 tahun sebelum terbitnya buku Pacioli. Namun buku Benedetto Cotrugli ini baru terbit pada tahun 1573 atau 89 tahun setelah buku Pacioli terbit. Dengan demikian penjelasan ini maka pertentangan sesungguhnya tak ada.”bila kita kaji sejarah terpenting sejarah Islam, sesungguhnya pada awal pertumbuhannya sudah ada sistem akuntansi. Akan tetapi, sayangnya literatur belum banyak menganalisis bagaimana rupa eksistensi akuntansi pada zaman itu (± 570 Masehi). Seperti yang dikemukakan oleh Russel (dalam Rosjidi, 1999) “sesungguhnya orang-orang Italia dalam abad ke-14 baru mengaplikasikan sistem pembukuan berpasangan lengkap setelah terlebih dahulu digunakan oleh saudagar-saudagar Moslem (Moslem Merchants).”
3.    Perkembangan Ilmu Akuntansi
        Revolusi indusrti di Inggris pada tahun 1776 juga menimbulkan efek positif kepada perkembangan akuntansi. Pada tahun 1845 undang-undang perusahaan yang pertama di Inggris dikeluarkan untuk mengatur tentang organisasi dan status perusahaan. Dalam undang-undang hal yang demikian, diatur tentang kemungkinan perusahaan meminjam uang, mengeluarkan saham, membayar hutang, dan bisa berperilaku sebagaimana halnya perorangan. Keadaaan-keadaaan inilah yang menimbulkan perlunya laporan bagus sebagai informasi ataupun sebagai pertanggungjawaban.
Dalam artikelnya The GAO Review (Fall 1972,p 31) dengan judul Growth of Accountability Knowledge  , Leo Herbert (dalam Harahap, 1997) menjelaskan perkembangan akuntansi sebagai berikut.
1.    Tahun 1775   : pada tahun ini mulai diperkenalkan pembukuan bagus yang single entryataupun double entry.
2.    Tahun 1800   : masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang utama digunakan dalam perusahaan.
3.    Tahun 1825   : mulai dikenalkan pemeriksaaan keuangan (financial auditing).
4.    Tahun 1850   : laporan laba/rugi menggantikan posisi neraca sebagai laporan yang dianggap lebih penting.
5.    Tahun 1900   : di USA mulai diperkenalkan sertifikasi profesi yang dikerjakan melalui ujian yang dilaksanakan secara nasional.
6.    Tahun 1925   : banyak perkembangan yang terjadi tahun ini, antara lain:
a.    Mulai diperkenalkan teknik-teknik analisa biaya, akuntansi untuk perpajakan, akuntansi
pemerintahan, serta pengawasan dana pemerintah;
b.    Laporan keuangan mulai diseragamkan;
c.    Norma pemeriksaaan akuntan juga mulai dirumuskan; dan
d.    Sistem akuntansi yang manual beralih ke sistem EDP dengan mulai dikenalkannya “punch card record”
7.    Tahun 1950 s/d 1975 : Pada tahun ini banyak yang bisa dicatat dalam perkembangan akuntansi, yaitu sebagai berikut:
a.    Pada jangka waktu ini akunansi sudah menggunakan computer untuk pengolahan data. Sudah dikerjakan Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP).analisa Cost Revenue semakin diketahui.
b.    Jasa-jasa perpajakan seperti kunsultan pajak dan perencanaan pajak mulai ditawarkan profesi akuntan.
c.    Management accounting sebagai bidang akuntan yang khusus untuk kepentingan manajemen mulai diketahui dan berkembang cepat.
d.    timbul jasa-jasa manajemen seperti system perencanaan dan pengawasan.
e.    Perencanaan manajemen serta management auditing mulai diperkenalkan.
8.    Tahun 1975   : mulai jangka waktu ini akuntansi semakin berkembang dan meliputi bidang-bidang lainnya, perkembangan itu antara lain:
a.    Timbulnya management science yang mencakup analisa proses manajemen dan usaha-usaha menemukan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya;
b.    Sistem informasi semakin canggih yang mencakup perkembangan model-model organisasi, perencanaan organisasi, teori pengambilan keputusan, dan analisa cost benefit;
c.    Cara permintaan yang menggunakan computer dalam teori cybernetics;
d.    Total system review yang merupakan Cara pemeriksaan efektif mulai diketahui; dan
e.    Social accounting manjadi isu yang membahas pencatatan tiap-tiap transaksi perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat.
B.     Sejarah Akuntansi di Indonesia
        Sejarah akuntansi di Indonesia tentu tak bisa lepas dari perkembangan akuntansi di Negara asal perkembangannya. Dengan perkataan lain, Negara luarlah yang membawa akuntansi itu masuk ke Indonesia. Kendatipun tak bisa disangkal bahwa masyarakat Indonesia sendiri pasti mempunyai sistem akuntansi atau sistem pencatatan pelaporan tersendiri. Misalnya saja pada zaman keemasan Sriwijaya, Majapahit, Mataram. Zaman hal yang demikian pasti mempunyai sistem akuntansi tersendiri. Sayangnya, sejauh ini penelitian mengenal hal ini masih belum dikerjakan. Namun, Sukoharsono (1997) menilai akuntansi masuk ke Indnesia melalui pedagang Arab yang Melaksanakan transaksi bisnis di kepelauan Nusantara. Periodisasi perkembangan akuntansi di Indonesia bisa dibagi atas zaman kolonial dan zaman kemerdekaan.
1.    Zaman Kolonial
        Pada waktu orang-orang Belanda datang ke Indonesia kurang lebih abad ke-16, mereka datang dengan tujuan untuk berdagang. Kemudian mereka membentuk perserikatan Maskapai Belanda yang diketahui dengan nama Vereenidge Oost Indische Campagnie (VOC), yang didirikan pada tahun 1602. Akhir  abad ke-18 VOC mengalami kemunduran dan akhirnya dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799. Dalam kurun waktu itu, VOC memperoleh hak monopoli perdagangan rempah-rempah yang dikerjakan secara paksa di Indonesia, dimana jumlah transaksi dagangnya, bagus frekuensi ataupun nilainya terus bertambah dari waktu ke waktu. Pada tahun itu bisa dipastikan Maskapai Belanda telah Melaksanakan pencatatan atas mutasi transaksi keuangan.
Dalam hubungan itu, Ans Saribanon Sapiie (1980), mengemukakan bahwa berdasarkan Stible dan Stroomberg, bukti autentik mengenai catatan pembukuan di Indonesia paling tak sudah ada menjelang pertengahan abad ke-17.
2.    Zaman Penjajahan Belanda
        Setelah VOC bubar pada tauhn 1799, kekuasaannya diambil alih oleh Kerajaan Belanda,zaman penjajahan Belanda dimulai tahun 1800-1942. Pada waktu itu, catatan pembukuannya menekankan pada mekanisme debet dan kredit, yang antara lain dijumpai  pada pembukuan Amphioen Socyteit bergerak dalam usaha sirkulasi candu atau morfin (amphioen) yang merupakan usaha monopoli di Belanda.
Catatan pembukuannya merupakan modifikasi system Venesia-Italia, dan tak dijumpai adanya kerangka pemikiran konseptual untuk mengembangkan system pencatatan karena kondisinya sungguh-sungguh menekankan pada praktik-praktik dagang yang semata-mata untuk kepentingan perusahaan Belanda.
Hadibroto (1992) mengikhtisarkan system pembukuan asal etnis sebagai berikut.
a.    System pembukuan Cina, terdiri dari lima kelompok, yaitu
1)    System Hokkian (Amoy);
2)    System Kanton;
3)    System  Hokka;
4)    System Tio Tjoe atau System Swatow;
5)    System gaya baru.
b.    System pembukuan India atau system Bombay
c.    System pembukuan Arab atau Hadramaut
3.    Zaman Penjajahan Jepang
        Pada masa penjajahan Jepang 1942-1945, banyak orang Belanda yang ditangkap dan dimasukkan  kedalam sel-sel oleh tentara Jepang. Hal ini menyebabkan kekurangan tenaga kerja pada jawatan-jawatan negara termasuk Kementrian Keuangan. Untuk mengatasi hal hal yang demikian, diadakan latihan pegawai dan kursus-kursus pembukuan pola Belanda.
Sejalan dengan itu, keadaan pembukuan pada masa pendudukan Jepang tak mengalami perubahan. Jepang juga mengajarkan pembukuan dengan menggunakan huruf Kanji, namun tak diajarkan pada orang-orang Indonesia.
4.    Zaman Kemerdekaan
        System akuntansi yang berlaku mulanya di Indonesia  yaitu system akuntansi Belanda yang lebih diketahui system tata buku. Setelah pada tahun 1950-an perusahaan milik Belanda dinasionalisasi dan modal asing pun mulai masuk, terpenting dari Amerika yang juga membawa system akuntansinya sendiri yang sepatutnya diikuti perusahaan miliknya di Indonesia. Pada ketika yang sama, perusahaan yang ada masih tetap menigkuti system akuntansi Belanda yang sudah mapan. Sejak ketika ini muncullah dualisme system akuntansi di Indonesia. Pada tahum 1980 atas bantuan pinjaman dari World Bank, pemerintah Indonesia Melaksanakan upaya harmonisasi system akuntansi sehingga diupayakan untuk menghapus dualisme tadi sehingga berakhirlah dualisme system akuntansi di Indonesia.
a.    Standar Prinsip Akuntansi di Indonesia
        Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), yaitu wadah wadah organisasi profesi akuntansi di Indonesia, berdiri di Jakarta pada tanggal 23 Desember 1957. Untuk memudahkan pengkoordinasian akuntan di Indonesia didirikan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). IAI berhasil menyusun dan menerbitkan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) pada tahun 1973. Dengan maksud antara lain : menghimpun prinsip-prinsip yang lazim berlaku di Indonesia dan sebagai prasarana bagi terbentuknya pasar uang dan modal di Indonesia pada waktu itu, laporan keuangan dari perusahaan yang akan go public sepatutnya disusun atas dasar prinsip-prinsip akuntansi di Indonesia.

Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk menghimpun prinsip akuntansi Indonesia 1973 antara lain :
1)    Buku Prinsip-Prinsip Accounting yang diterbitkan oleh Direktorat Akuntan Negara, Direktorat Jendral Pengawasan Keuangan Negara (DJPKN), Departement Keuangan RI sekarang bernama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
2)    Inventory of Generally Accepted Accounting Principles for Bussiness Enterprice, oleh Paul Grady diterbitkan oleh AICPA.
3)    Opinions of Australian Accounting Principles, diterbitkan oleh Accounting and Auditing Research Committee dari Accounting Research Foundation.
4)    Kumpulan dari Accounting Research Bulletins diterbitkan oleh AICPA.
5)    A Statement of Australian Accounting Principles, diterbitkan oleh NIVRA.
6)    Wet op de Jaarekening Van Ondernemingen, diterbitkan oleh NIVRA.
        PAI setelah berjalan selama satu dasawarsa, akhirnya disempurnakan pada tahun 1984. Hanya saja dalam PAI tahun1984 dibatasi pada hal-hal yang berhubungan dengan akuntansi keuangan yang diungkapkan secara garis besar atau bersifat biasa tak mencangkup praktik akuntansi untuk industri tertentu. Pada Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 masih memerlukan penjabaran lebih lanjut diatur dengan pernyataan sendiri. Sehubungan dengan itu, komite PAI-IAI mulai tahun 1986 menerbitkan serangkaian pernyataan PAI dan interpretasi PAI untuk mengembangkan, menambah, mengubah, serta menjelaskan standar akuntansi keuangan yang berlaku yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari PAI 1984.
Setelah berlangsung selama sepuluh tahun PAI 1984 diganti menjadi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1994 (PSAK). PSAK 1994 ini mengadopsi pernyataan resmi Internasional Accounting Standard Committee (IASC). IAI mengadopsi pernyataan IASC sebagai dasar acuan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia, kemuadian menerbitkan dua buah buku yaitu Standar Akuntansi Keuangan-Oktober 1994, Buku 1 dan Buku 2 yang berisi :
1)    Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan.
2)    Seperangkat Standar Akuntansi Keuangan, terdiri dari 35 pernyataan yang setaraf dengan
standar International.
Kerangka dasar dan seperangkat pernyataan hal yang demikian merupakan landasan yang dianggap kokoh untuk pengembangan lebih lanjut. Berlaku untuk penyususnan Laporan Keuangan mencangkup jangka waktu laporan yang dimualai atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Sekarang ini standar akuntansi yang dikeluarkan oleh IAI disebut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Namun dengan adanya standar akuntansi untuk entitas Syariah, maka aka nada dua Macam standar akuntansi yaitu standar akuntansi konvensional dan standar akuntansi syariah yang saling mendorong.
Organisasi akuntan yang paling tua dan berpengaruh di Indonesia yaitu Amerikan Institute of Certified Public Accountans (AICPA) dan American Accounting Association (AAA). Dari tahun 1959-1973, Dewan Prinsip Akuntansi (Accounting Principles Boards – APB) telah banyak memberikan tuntunan dalam pengembangan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim. APB terdiri dari delapan belas akuntan, anggota AICPA. 
Pada tahun 1973 APB digantikan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standards Boards – FASB). Badan hal yang demikian terdiri dari tujuh anggota, empat diantaranya sepatutnya anggota CPA yang direkrut dari praktek biasa FASB dibantu oleh Dewan Pertimbangan dengan duapuluh anggota, yang tanggung jawab utamanya ialah memberikan rekomendasi mengenai prioritas dan agenda kerja. Setelah menerbitkan memo hasil diskusi dan usulan pendahuluan dan setelah mengevaluasi tanggapan beberapa pihak, dewan hal yang demikian mengeluarkan pernyataan standar akuntansi keuangan yang merupakan bagian dari prinsip-prinsip akuntansi yang lazim.
Beberapa lembaga pemerintah yang mempunyai andil dalam pengembangan prinsip-prinsip akuntansi ialah komisi pasar modal. Komisi yang didirikan berdasarkan undang-undang Kongres tahun 1934 ini mengeluarkan regulasi-regulasi yang sepatutnya dipatuhi dalam penyiapan laporan keuangan dan laporan lain yang diminta komisi. Direktorat Pajak Amerika mengeluarkan regulasi yang mengatur perhitungan laba untuk keperluan pajak penghasilan. Organisasi-organisasi lain yang mempengaruhi perkembangan prinsip akuntansi di Indonesia antara lain, Institut Eksekutif Keuangan dengan mendorong dan mensponsori penelitian akuntansi, Asosiasi Akuntansi Nasional dan Federasi analisa Keuangan.
b.    Pendidikan Akuntansi
        Sebelum dikeluarkannya UU No. 34/1954 tentang Gelar Akuntan , seluruh orang bisa menyatakan dirinya selaku akuntan dan memakai gelar akuntan. Dengan dikeluarkannya UU hal yang demikian maka pemerintah mengatur mereka yang berhak memakai gelar akuntan hanyalah mereka yang lulus  dari Fakultas Ekonomi Negeri Jurusan Akuntansi dan Swasta yang disamakan, diatur oleh panitia Persamaan Ijasah Akuntan. Dengan semakin banyaknya fakultas ekonomi swasta maka pemerintah bersama IAI mengatur pelaksanaan Ujian Negara Akuntan. Pelaksanaan ujian ini terus dibenahi hingga pada akhirnya lulusan negeri dan swasta diwajibkan sepatutnya mengikuti ujian yang sama bila ingin memperoleh gelar akuntan.
Di Indonesia, akuntansi mulai diterapkan sejak 1642, tetapi jejak yang terang baru ditemui pada pembukuan Amphion Society yang berdiri di Jakarta sejak tahun 1747. Perkembangan akuntansi yang mencolok baru timbul setelah undang-undang mangenai tanam paksa dihapuskan tahun 1870. Dengan dihapuskannya tanam paksa, kaum pengusaha Belanda banyak bermunculan di Indonesia untuk menanamkan modalnya. Sistem yang dianut oleh pengusaha Belanda ini yaitu seperti yang diajarkan oleh Luca Pacioli.
Pada Zaman penjajahan Belanda, perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan tata buku. Akuntansi tak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari pembukuan berpasangan. Akuntansi sungguh-sungguh luas ruang lingkupnya, diantaranya  teknik pembukuan. Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo-Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo-Saxon).
Fungsi pemeriksaan (auditing) mulai dikenalkan di Indonesia tahun 1907, yaitu sejak seorang anggota NIVA, Van Schagen, menyusun dan membatasi pembukuan perusaan. Pengiriman Van Schagen ini merupakan cikal bakal dibukanya Jawatan Akuntan Negara (GAD – Government Accountant Dients) yang resmi didirikan pada tahun 1915. Akuntan public pertama yaitu Frese & Hogeweg, yang mendirikan kantornya di Indonesia tahun 1918.
Dalam masa pendudukan Jepang, Indonesia sungguh-sungguh kekurangan tenaga di bidang akuntansi. Jabatan-jabatan pimpinan dib Jawatan Keuangan yang 90% dipegang oleh bangsa Belanda, menjadi kosong. Dalam masa ini, atas prakarsa Mr. Slamet, didirikan kusus-kursus untuk mengisi kekosongan jabatan tadi dengan tenaga-tenaga Indonesia. Pada tahun 1874, hanya ada seorang akuntan berbangsa Indonesia, yaitu Prof. Dr. Abutari. Di Indonesia, pendidikan akuntansi mulai dirintis dengan dibukanya jurusan akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1952. Pembukaan ini kemudian diikuti Institut Ilmu Keuangan (sekarang Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) tahun 1960 dan Fakultas-fakultas Ekonomi di Universitas Padjadjaran (1961), Universitas Sumatera Utara (1964), universitas Airlangga (1962), dan universitas Gadjah Mada (1964).
Organisasi profesi yang menghimpun para akuntan Indonesia bediri 23 Desember 1957. Organisasi ini diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dengan pendiri lima orang akuntan Indonesia.profesi akuntan mulai berkembang dengan pesat sejak tahun 1967. Pada tahun itu juga dikeluarjannya undang-undang modal asing yang kemudian disusul dengan undang-undang penanaman modal dalam negeri tahun 1968 yang merupakan pendorong berkembangnya profesi akuntansi. Setelah krisis ekonomi Indonesia tahun 1997, peran profesi akuntan diakui semakin signifikan mengingat profesi ini mempunyai peranan strategis di dalam menciptakan iklim transparansi di Indonesia.
c.     Definisi Akuntansi
1)    Pengertian  Akuntansi
        Akuntansi yaitu suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga bisa digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.
Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia yaitu menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.
2)    Fungsi Akuntansi 
        Fungsi utama akuntansi yaitu sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa memandang posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi diwujudkan secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sungguh-sungguh dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.
3)    Laporan Dasar Akuntansi
        Pada dasarnya proses akuntansi akan membuat output laporan rugi laba, laporan perubahan modal, dan laporan neraca pada suatu perusahaan atau organisasi lainnya. Pada suatu laporan akuntansi sepatutnya mencantumkan nama perusahaan, nama laporan, dan tanggal penyusunan atau jangka waktu laporan hal yang demikian untuk memudahkan orang lain memahaminya. Laporan bisa bersifat periodik dan ada juga yang bersifat suatu waktu tertentu saja.
Demikianlah Sejarah Akuntansi yang sempat kami paparkan dan jangan lupa juga untuk menyimak 

Sejarah Uang dan Bank.


Semoga membantu.