Sejarah Agama Kristen di Indonesia

Sejarah Agama Kristen di Indonesia – Agama Kristen yakni sebuah kepercayaan yang berdasar pada ajaran, hidup, sengsara, wafatdan kebangkitan Yesus Kristusatau Isa Almasih. Agama ini meyakiniYesus KristusadalahTuhan danMesias, juru selamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus manusia dari dosa.Mereka beribadah digerejadanKitab Sucimereka adalahAlkitab. Murid-murid Yesus Kristuspertama kali dipanggil Kristen di Antiokia (Kisah Para Rasul11:26).Agama Kristen termasuk salah satu dari agama Abrahamik yang berdasarkan hidup, ajaran,kematian denganpenyaliban,kebangkitan, dan kenaikanYesus dari Nazaretke surga,sebagaimana dijelaskan dalamPerjanjian Baru, umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalahMesiasyang dinubuatkan dalam dari Perjanjian Lama(atau Kitab suci Yahudi). Kekristenanadalah monoteisme,yang percaya akan tiga pribadi (secara teknis dalam bahasa Yunani hypostasis )TuhanatauTritunggal.
Tritunggaldipertegas pertama kali pada Konsili NiceaPertama (325) yang dihimpun oleh Kaisar Romawi Konstantin I.Pemeluk agama Kristen mengimani bahwaYesus Kristusatau Isa Almasih yakni Tuhan danJuru Selamat, dan memegang ajaran yang disampaikan Yesus Kristus. Dalam kepercayaanKristen, Yesus Kristus yakni pendiri jemaat (gereja) dan kepemimpinan gereja yang abadi (InjilMatius 18: 18-19)Umat Kristen juga percaya bahwa Yesus Kristus akan datang pada kedua kalinya sebagai Rajadan Hakim akan dunia ini. Sebagaimanaagama Yahudi, mereka menjunjung ajaran moral yangtertulis dalamSepuluh Perintah Tuhan.Murid-murid Yesus Kristus untuk pertama kalinya disebut Kristen ketika mereka berkumpul diAntiokia (Kisah Para Rasul11: 26c).Sepeninggal Yesus, kepemimpinan orang Kristen diteruskan berdasarkan penunjukan Petrus olehYesus.


Sejarah Agama Kristen di Indonesia
Sejarah Agama Kristen di Indonesia

Setelah Petrus meninggal kepemimpinan dilanjutkan oleh para uskup yang dipimpin olehuskup Roma. Pengakuan iman mereka menyebutkan kepercayaan akan Allah Tritunggal yangMahakudus, yakni Bapa, Anak (Yesus Kristus), Roh kudus, Gereja yang satu, kudus, katolik,apostolik; pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal.Setelah itu, Gereja Kristen mengalami dua kali perpecahan yang besar: yang pertama terjadi padatahun1054antara Gereja Barat yang berpusat di Roma (Gereja Katolik Roma) dengan GerejaTimur (Gereja Ortodoks Timur ) yang berpusat di Konstantinopel (sekarang Turki). Yang keduaterjadi antaraGereja Katolik denganGereja Protestanpada tahun 1517ketikaMartin Luther memprotes ajaran Gereja yang dianggapnya telah menyimpang dari kebenaran.Banyak denominasiGereja kini menyadari bahwa perpecahan itu justru menyimpang dari pesanYesusyang mendoakan kesatuan di antara para pengikutnya (lihat Injil Yohanes17:20-21, “Danbukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka segala menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa,di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya,bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”) Doa ini kemudian menjadi dasar dari gerakanekumenismeyang dimulai pada awal abad ke-20

Sejarah Kristenisasi di Indonesia
Arti Kristenisasi 

1. Yang dinamakan kristenisasi ialah mengkristenkan orang atau membuat seseorang memeluk agama Kristen. Arti kata-kata itu berdasarkan istilah ialah: mengkristenkan orang secara besar-besaran dengan segala daya upaya yang mungkin agar supaya adat dan pergaulan dalam masyarakat mencerminkan ajaran agama Kristen. Masyarakat yang demikian akan lebih melancarkan tersiar luasnya agama Kristen. Akhirnya kehidupan rohani dan sosial penduduk diatur dan berpusat ke gereja. 

2. Kristenisasi tak hanya dilancarkan kepada orang-orang yang belum memeluk agama atau mereka yang memeluk agama animisme saja, tetapi juga ditujukan kepada orang yang telah memeluk agama Islam. Pengkristenan dipercayai sebagai satu tugas suci yang dalam keadaan bagaimanapun tak boleh ditinggalkan. Mengkristenkan orang dianggap sebagai membawa kembalianak-anak domba yang tersesat, dibawa kembali kepada induknya. Manusia-manusia sebagaianak domba akan dibawa kepada kerajaan Allah. 

3. Kristenisasi yakni usaha internasional, artinya mereka bermaksud menyebarkan agama Kristen ke seluruh dunia. bisa diakui bahwa ini yakni mutlak hak asasi mereka, sebagaimana orang Muslimin-pun mempunyai tugas menyiarkan Islam ke seluruh dunia. Namun demikian memang perlu sama-sama disadari perlunya suatu garis pengamanan yang bisa menghindarkan terjadinya pergesekan dan perselisihan, sehingga masing-masing pemeluk agama tertentu tak merasa cemas untuk dipaksa atau dibujuk atau diusahakan pindahnya kepada agama lain. Garis ini sepatutnya terang dan ditaati terutamanya oleh para pemeluk agama yang telah disahkan oleh Negara Republik Indonesia seperti misalnya agama Islam dan Kristen (Masehi). 

4. Pada tanggal 30 Nopember 1967 Pemerintah mengadakan Musyawarah Antar Agama bertempat di gedung Dewan Pertimbangan Agung Jakarta, dengan maksud antara lain untuk  membina saling pengertian dan saling toleransi antara pemeluk-pemeluk agama terutamanya Islam dan Masehi. Dalam 
sambutan tertulis Jenderal Suharto pada waktu itu, Pejabat Presiden Republik Indonesia, menyatakan keprihatinannya atas kenyataan bahwa penyiaran agama masih dikerjakan orang kepada mereka yang telah memeluk agama tertentu. Dijiwai oleh sambutan Pejabat Presiden itu maka pihak umat Islam mengusulkan rumusan persetujuan, yaitu: rakyat yang telah beragama jangan dijadikan target penyebaran agama lain. Pihak Masehi menolak keras usul itu. Maka dicoba untuk mengadakan pertukaran pikiran dan pendekatan-pendekatan namun sia-sia, yang mengakibatkan musyawarah yang berlangsung hampir 24 jam itu tak menghasilkan sesuatu yang kongkrit. 

5. Kristenisasi dalam pengertian politik ialah: berusaha untuk lahirnya undang-undang ataupun hukum atau tindakan dan sikap penguasa, yang memberi kesempatan lebih banyak lagi bagi tersiarnya agama itu atau menguntungkan bagi agama itu. Apabila penyebaran dalam masyarakat telah berhasil dan dalam bidang politik berhasil pula, maka terbukalah jalan yang selebar-lebarnya untuk menjadikan keseluruhan masyarakat bernapaskan Kristen, sehingga diharapkan dengan cepat umat Kristen akan menjadi mayoritas, seperti umpamanya kejadian di Pilipina, yang sekarang ini ternyata menjadi basis perluasan ke seluruh Asia Tenggara. 

6. Usaha Kristenisasi itu dikerjakan dengan segala daya, beaya peralatan yang lengkap, rencana yang masak, tehnik yang tinggi, kemauan dan kesungguhan yang mantap dan kuat, keyakinan yang mendalam serta melalui segala jalan dan saluran yang meresap dalam hampir segala aspek kehidupan manusia: sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, politik dan segala macam hiburan. 

Sejarah Kristenisasi oleh Agama Protestan 

1. Zending Protestan pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1831 dengan dua orang pendeta bernama Riedel dan Schwarz ke Minahasa. Pada tahun 1850 mereka membuka sebuah Kweekschool (sekolah pendidikan guru) di Tomohon dan pada tahun 1868 dibuka pula Sekolah Guru Injil (Hulpzendelingen). Kristenisasi di Minahasa itu ditangani dan dibeayai oleh Nederlandse Zendelinggenootschap yang didirikan di Rotterdam tahun 1787. Pada tahun 1882 di Minahasa juga didirikan asrama dan sekolah khusus bagi anak-anak pegawai negeri serta orang-orang terkemuka. segala sekolah hal yang demikian mendapat subsidi dari Pemerintah Hindia Belanda. Tahun 1888 mereka mendirikan percetakan untuk mencetak buku-buku, selebaran dan sebuah surat kabar yang bernama, “Cahaya Siang.” 

2. Di kepulauan Sangihe dan Talaud bangsa Portugis telah lebih dahulu menyiarkan agama Kristen. Pekerjaan ini kemudian diambil alih dan diteruskan oleh bangsa Belanda di Ambon dan Maluku dipelopori antara lain oleh: J. Kam pada pertengahan abad ke 19 juga. Dia yakni utusan dari Nederlandse Zendinggenootschap hal yang demikian. Kemudian mereka luaskan hingga ke pulau Buru. Adapun daerah Sulawesi Tengah dan Tenggara kristenisasi dikerjakan oleh Bala Keselamatan atau Leger des Heils, sedang Gereformeerde Zendingbond mengirimkan pendeta Van Den Loodrecht ke Luwuk pada tahun 1913. Di Bolaang Mongondow pengkristenan dikerjakan oleh Nederlandse Zendinggenootsehap. Pada tahun 1904 seorang raja meminta kepada Zending itu untuk mendirikan sebuah H.l.S. disana. Sekolah ini terlaksana pada tahun 1913. Perkumpulan De Nederlandse Zendingvereniging yang semula diberikan tugas mengkristenkan Jawa Barat, pada tahun 1915 juga beroperasi di Sulawesi Tenggara. 

3. Kristenisasi di Jawa Timur dipelopori oleh seorang tukang jam bangsa Belanda di Surabaya yang bernama Emde dan seorang tuan tanah bernama C. Coolen kira-kira pada tahun 1840. Empat tahun kemudian pengikut mereka berhasil membentuk sebuah desa Keristen di Mojowarno di mana dewasa ini berdiri sebuah rumah sakit Kristen yang amat besar dan modern. Pada tahun 1848 seorang zendeling lagi yaitu E.J. Jellesma datang ke Surabaya lalu ke Mojowarno. Dengan dibantu oleh seorang guru Injil Paulus Tosari didirikannya sebuah Kweekschool yang kemudian terpaksa ditutup pada tahun 1858. Tetapi pada tahun 1500 bisa dibuka kembali. Murid-murid dari pengikut C. Coolen menyebarluaskan agama Kristen ini hingga ke Pasuruan dan Kediri. Kemudian berdatangan para zendeling dari negeri Belanda untuk menyebarkan agamanya di tengah-tengah umat Islam. Mereka mendirikan rumah sakit rumah sakit di banyak tempat di samping rumah sakit besar Mojowarno. 

4. Di Jepara tinggal seorang bernama Tunggul Wulung yang terkenal dengan julukan Kiyahi Berahim. Dia yakni seorang petapa yang mengaku telah mendapat wahyu dari Allah lalu masuk Kristen. Tetapi kemudian dia campur-adukkan kepercayaan Kristen dengan Islam dan animisme, akhirnya dia tak diakui lagi oleh gereja. Ada pula seorang santri bernama Sadrah, yang berhasil ditarik memeluk agama Kristen oleh seorang zendeling yang bernama Hoezoo. Sadrah kemudian 
mengembara hampir ke seluruh tanah Jawa dan banyak bertemu serta berwawancara dengan penyebar agama Kristen lainnya. Di Jakarta, dahulu Batavia, dia bertemu dengan MR. F.L. Anthing, bekas pejabat tinggi kehakiman di Semarang yang telah pindah ke Jakarta, Dia ini sungguh-sungguh besar jasanya dalam pernyebaran Kristen. Tahun 1867 Sadrah dibaptiskan dan dua tahun kemudian dia dipindahkan ke Purworejo untuk menyiarkan Kristen bekerja sama dengan nyonya Philips. Tahun 1870 pindah ke desa Karangjasa dekat Bagelen dan terus giat menyebarkan agamanya dan memimpin kaum Kristen Jawa. Dari sana Kristenisasi diperluas oleh Dewan Gereja (Gereformeerde Kerken) ke Banyumas dan Kedu lalu meluas ke Yogyakarta dan Surakarta. 

bersambung……. 

5. Adapun di Sumatera pekerjaan zending bisa dikatakan dimulai pada tahun 1890 di dacrah Sumatera Pasisir Timur. Pada tahun 1894 mereka hingga ke utara Danau Toba daerah Batak Karo. Pada tahun 1915 mereka dirikan rumahsakit di bawah pimpinan seorang Zuster bangsa Belanda. Pulau Nias dimasuki pada tahun 1866 oleh para zendeling dari perkumpulan Rheinische Missionsgeselschaft, yaitu gabungan zending yang berdiri pada tahun 1823 dan berpusat di Barmen wilayah Dusseldorf, Jerman. Mereka juga melebarkan sayap ke Pulau Mentawai dan Enggano. Rheinische Missionsgeselschafe ini juga beroperasi di pulau Kalimantan sebelah Selatan dan Timur untuk mengkristenkan suku Dayak. Pada tahun l904 kelihatan kemajuannya di Kuala Kurom dan Kahayan Hulu, lalu meluas dengan pesat. 

Demikianlah ringkasan sejarah kristenisasi yang dikerjakan oleh agama Protestan di tanah air kita. 

Sejarah kristenisasi oleh agama Katolik 

1. Pada tahun 1902 di Batavia (Jakarta) mulai didirikan Apostolisch Vicariaan Van Batavia. Tetapi agama Katolik telah masuk ke Indonesia jauh sebelum itu. Pada abad ke 16 agama ini telah memasuki kepulauan Maluku, Ambon, Ternate, Solor dan Nusa Tenggara. Penyebarannya mula-mula dikerjakan oleh bangsa Portugis yang menguasai kepulauan itu. Pada tahun 1546 seorang Apostel (muballigh) dari India juga datang ke sana, bernama Fransiscus Xaverius. Dia berhasil menarik simpati pemerintah Portugis dan penduduk asli. Tahun 1605 pulau Ambon bisa ditaklukkan. Pada waktu itu di Ambon telah ada 4 buah gereja dan sekitar 16.000 orang beragama Katolik. 

2. Agama Katolik memasuki Sulawesi dari Makasar, dan itu segala dikerjakan oleh pengikut madzhab Dominicus Orde (H. Dominicus hidup tahun 1170 – 1221) dan pengikut madzhab Yesuiten Orde. Madzhab Yesuit ini pada mulanya didirikan oleh seorang bangsawan Spanyol bernama Ignatius Loyola yang lahir tahun 1491. 

Dia yakni penganut aliran mistik dalam agama Katolik. Dalam peperangan melawan Perancis mendapat cedera yang mengakibatkan kelumpuhan seumur hidup. Mistiknya bertambah menebal dan mendapat banyak pengikut. Pada tahun 1529 dibentuknya di Paris suatu jama’ah yang dibai’at untuk mengabdi kepada Paus dan menyebarluaskan agama Katolik, Tahun 1539 segala anggota jama’ah dilantik menjadi pastor dan tahun 1560 Paus Paulus III meresmikan jama’ah ini sebagai Jamaah Yesus atau the Society of Yesus. Jamaah terus berkembang maju dan bersama Orde Yesuit. 

3. Gerakan agama Protestan yang sungguh-sungguh memusuhi Gereja Katolik berhasil menghancurkan kedudukan Missie Katolik di India sejak abad ke 17. Tetapi revolusi Perancis telah menyebabkan terjadinya pergolakan politik di negeri Belanda yang mengakibatkan hancurnya pusat Zending Protestan dan bangkitnya kembali Missie Katolik, serta menjadi sungguh-sungguh kuat. Setelah jazirah Malaka dikuasai oleh bangsa Belanda dan kekuasaan mereka di Indonesia bertambah mantap, maka secara bertahap penyebaran agama Katolik di Sulawesi diambil-alih oleh bangsa Belanda, yaitu pada tahun 1807. Tujuh tahun kemudian yaitu tahun 1904 Pusat Missie Katolik di negeri Belanda mengirimkan 2 orang utusannya ke Jakarta yaitu Jacob Nellisen dan Lambert Prinsen. Kedudukan Missie dipusatkan di Jakarta, Semarang dan Surabaya. Pada tahun 1834 di Padang ditempatkan seorang pastor. Sejak tahun 1808 hingga 1845 mereka hanya mampu menempatkan 16 orang pastor itupun akhirnya hanya tinggal 4 orang. 

4. Dalam Perang Diponegoro (1825-1830) ditengah-tengah tentara Belanda ditempatkan seorang Pastor bernama Scholtes. Dia mengadakan perjalanan inspeksi hingga ke Sulawesi dan Maluku kemudian melaporkan hasil penyelidikannya kepada Paus. Berdasarkan laporan itu Paus menganggap sudah tiba waktunya untuk membantu dan meningkatkan Missie Katolik di Indonesia menjadi Vicariat (perwakilan), lalu mengirimkan Mgr. Jacob Croaff selaku pemimpinnya. Pada tahun 1848 dia digantikan oleh Mgr. Peterus Maria Francken dengan dibantu oleh 5 orang pastor. Di bawah pimpinannya, missie ini mendapat kemajuan. Dari pulau pulau yang jauh letaknya berdatangan permintaan dari umat Katolik yang hidupnya terpencil. Akhirnya pada tahun 1859 kaum Yesuiten membantu dengan mengirimkan missionaris ke pulau Jawa lalu menempatkan mereka di Flores dan kepulauan lainnya. 

5. Kemajuan Missie Katolik bertambah pesat setelah pada tahun 1874 Mgr. Francken digantikan oleh Mgr. Claessen yang sejak tahun 1848 bertugas di India. Didirikannya pos-pos di Cirebon, Magelang, Bogor, Malang dan Madiun. Untuk Sumatra di Medan dan Tanjung Sakti. Di Kalimantan dibangunnya pangkalan untuk kristenisasi suku Dayak. Demikian juga Makassar, Menado, Tomohon, Seram, Flores, Irian, Kendari, Sumbawa dan Timor. Claessen digantikan oleh Vicarius Apostoles M.J. Staal, kemudian pada tahun 1898 oleh Mgr. E.S. Luypen S.J. Sejak masa itulah agama Katolik mulai berkembang di pulau Jawa orang Jawa sukar untuk dirubah agamanya. Mereka beragama Islam dan tak mau dikatakan tak Islam, walaupun mereka tak atau kurang menjalankan syari’ahnya. Missie mengambil jalan lain yaitu dengan mendekati anak-anak mereka yang pada umumnya hidup kekurangan. Untuk mereka didirikan sekolah-sekolah dasar dengan percuma, bahkan dengan diberinya alat-alat serta pakaian yang dibutuhkan. Kanak-kanak itulah yang berangsur di-Katolik-kan, dan itu terjadi sejak akhir abad ke 19. Maka dapatlah dikirakan bahwa banyaknya jumlah orang Jawa yang beragama Katolik yakni akibat karena mereka dahulu bersekolah di sekolah-sekolah Katolik. 

6. Pangkalan Missie untuk Jawa Tengah yang pertama ialah Muntilan dan Mendut di mana sejak dahulu telah berdiri sekolah Katolik. Sekarang Mundlan menjadi pusatnya agama Katolik, kemudian Yogyakarta pun dipenuhi oleh sekolah mereka. Guru-guru tamatan Muntilan dikirim ke luar daerah dan banyak pula yang berdinas di sekolah Pemerintah (Gubernemen). Dari tahun ke tahun mereka terus mendapat kemajuan. Sekolah bertambah banyak terutamanya sekolah Pendidikan Guru. Rumah Sakit dan Rumah Yatim juga dibangun, sehingga kelihatannya memang benar-benar menguasai lapangan sosial dan pendidikan. Pada akhir tahun 1923 sekolah mereka berjumlah 52 buah dengan 5.840 orang murid. Mereka mempunyai surat kabar seperti Mingguan Java Post, Sociaal Leven En Streven, Katholik Schoolblad Van Nederlands Indie dan De Indische Voorhoede. Dalam bahasa Indonesia yakni Gereja Katholik serta dalam bahasa Jawa Swara Tama. Di samping itu mereka dirikan sebuah percetakan di Yogyakarta pada tahun 1922. 

Untuk keperluan jalannya Missie Katolik beserta segala usahanya, mereka mendapatkan bantuan keuangan dari negeri Belanda, yang diberikan oleh Dana St. Claverbond yang berdiri tahun 1889 dan oleh bermacam perkumpulan missie antara lain De Indische Missie Vereniging. Rupanya kaum Katolik tak hanya berjuang dalam penyiaran agama, pendidikan, pendidikan, sosial serta pendirian gereja-gereja, tetapi juga berjuang dalam bidang politik. Pada tahun 1918 mereka telah mendirikan sebuah partai politik dengan nama De Indische Katholieke Partij.

Sekianlah dengan sungguh-sungguh ringkas diuraikan sejarah masuknya Missie Katolik dan pekerjaannya di tanah air kita. 

Kristenisasi dan Politik 
Sebagaimana yang telah diterangkan di atas, yakni Kristenisasi mempunyai segi-segi politis. Demikian pula dalam sejarah perkembangannya senantiasa diberi pengaruh oleh perubahan situasi politik, terutamanya di Eropa, di mana partai-partai mereka senantiasa aktif dalam sidang polltik. Di negeri kitapun mereka demikian juga halnya seperti ternyata dalam berdirinya De Indische Katolieke Partij. 

Pada zaman kemerdekaan dengan terbukanya kehidupan politik di negeri kita mereka tak ketinggalan membentuk partai politik, di samping partai lain-lainnya. 

1. Partai Kristen Indonesia atau Parkindo didirikan di Jakarta pada tanggal 18 Nopember 1945 sebagai penjelmaan dari Partai Kristen Nasional (PKN) vang dipimpin oleh Dr. W.I. Yohannes. Di Sumatera didirikan orang Partai Kristen Indonesia yang disingkat PARKI. Pada bulan Maret 1947pimpinan dari kedua partai itu bertemu di Malang dalam kesempatan sidang Komite Nasional Pusat mereka setuju untuk bergabung. Maka tanggal 19 April 1947 Parki mengadakan Kongres di Prapat dan memutuskan melebur diri serta bergabung pada Parkindo. 


Dalam Anggaran Dasarnya keputusan Konggres di Sala pada tanggal 7-9 April 1950 dicantumkan antara lain: 

a. Partai Kristen lndonesia (Parkindo) berasaskan paham Kekristenan. 
b. Anggota Partai ialah warga negara Indonesia yang beragama Kristen serta berusia sekurang-kurangnya 18 tahun.

Dalam deklarasi atau Pernyataan Dasar Pendirian Parkindo terdapat uraian sebagai berikut: 

Pasal 1 
Partai Kristen Indonesia (Parkindo) berdasar atas kepercayaan bahwa: 
a. Segala sesuatu yakni berasal dari Tuhan, oleh Tuhan dan untuk Tuhan. 
b. Bagi tiap-tiap Makhluk dan tiap-tiap lingkungan hidup demikian pula bagi negara dan pemerntahan panggilan dan hukum-hukum Tuhan sebagai ternyata dalam firman-Nya. 

Pasal 2 
Partai berpendirian bahwa negara berwujud karena Kehendak Tuhan dengan tujuan mengatur hidup manusia di dunia, agar dengan demikian warga negara bisa mempersiapkan diri untuk hidup yang kekal. 

Pasal 3 
Parkindo yakni Partai Politik warganegara Indonesia yang berhasrat memenuhi panggilan dan kewajibannya terhadah nusa dan bangsa dan bangsa-bangsa lainnya dengan jalan berusaha di lapangan politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan atas dasar paham Kristen. 

2. Partai Katolik didirikan di Yogyakarta oleh Kongres Umat Katolik seluruh Indonesia pada tanggal 12 Desember 1949, sebagai penjelmaan fusi daripada 17 partai Katolik yang telah ada sebelum itu yakni: 
1. Partai Katolik Republik Indonesia (P.K.R.I.) yang didirikan di Surakarta. 
2. Partai Katolik Rakyat Indonesia (P.K.R.I.) yang didirikan di Makassar. 
3. Partai Katolik Rakyat Indonesia (P.K.R.I.) yang didirikan di Flores. 
4. Partai Katolik Indonesia Timus (Parkit) yang didirikan di Timor. 
5. Persatuan Politik Katolik Flores (Perkokaf) didirikan di Flores. 
6. Permusyawaratan Majlis Katolik (Permakat) didirikan di Menado. 
7. Partai Katolik Indonesia Kalimantan (Parkika) yang didirikan di Kalimantan. 

mengamati banyaknya partai-partai itu tahulah kita betapa besar hasrat mereka untuk berpolitik setelah negara kita merdeka. Anggaran Dasar Partai Katolik sebagai gabungan partai-partai hal yang demikian di atas, telah disahkan dalam Kongresnya yang pertama di Semarang tanggal 12 Desember l949, di mana asas dan tujuan berbunyi sebagai berikut: 
1. Partai Katolik berdasarkan ke-Tuhanan Yang Maha Esa pada umumnya serta Pancasila pada khususnya dan berbuat berdasarkan asas-asas Katholik, 
2. Tujuan Partai Katolik ialah bekeria sekuat-kuatnya untuk kemajuan Republik Indonesia dan kesejahteraan rakyatnya. 

Kekuatan dan Kelemahan 
1. Apa yang telah diuraikan di atas memberikan gambaran kepada kita bagaimana ketekunan dan keuletan mereka dalam menyebarkan agama Kristen. Bagaimana kerapian organisasi mereka serta lengkapaya rencana yang mereka buat; dan bagaimana besarnya pembeayan yang sengaja disediakan. Apa yang kita lihat dewasa ini yakni kemajuan kristenisasi yang semakin meningkat. Berpuluh-puluh rumah sakit yang mereka dirikan, semuanya besar dan lengkap dengan peralatan yang modern. Beratus-ratus sekolah dengan gedungnya yang indah dan megah, dari Taman Kanak-kanak hingga Universitas dan Perguruan Tinggi, yang beberapa besar siswa dan mahasiswa terdiri dari kalangan orang Islam. Kantor dan gereja-gereja merupakan gedung-gedung indah menghiasi kota, terutamanya Jakarta, dan kota-kota besar lainnya. Belum lagi disebutkan proyek-proyek dalam bermacam-macam bidang tersiar di seluruh tanah air. Dalam dunia persuratkabaran dan penerbitan buku-buku serta pendirian percetakan-percetakan modern, mereka memegang peranan yang amat menentukan. 

2. Namun segala kebesaran yang mengagumkan sebagai yang hal yang demikian di atas itu tak berarti bahwa mereka tak mempunyai kelemahan-kelemahan. Mereka banyak mempunyai kelemahan, itu sudah tentu. Kelemahan itu tak Berlokasi pada beaya, mereka berlebih dan melimpah-limpah dalam mempunyai pembeayaan. tak Berlokasi pada man-power, mereka cukup dan mempunyai kecakapan untuk membayar siapa saja yang bersedia bekerja bagi mereka. tak Berlokasi pula pada ilmu, mereka pakar dan mampu memperkerjakan tenaga-tenaga pakar. tak juga pada kekuasaan dan pengaruh dalam bidangnya masing-masing. 

Tetapi kelemahan itu Berlokasi pada kelemahan ajaran agama mereka sendiri dipandang dari segi ratio, justru dalam hal-hal yang prinsipiil. Yaitu tentang I’tikad Trinitas, Ke-Allahan Yesus, Dosa Turunan, Pertentangan Antara Ayat-ayat Dalam Kitab Suci Mereka, serta tentang Pengertian Wahyu dan sebagainya. Mereka menyadari bahwa ajaran Kristen sebagaimana hal yang demikian di atas memang sukar diterima oleh akal. Hal-hal inilah yang telah menyebabkan kemunduran agama Kristen di dunia barat di mana orang-orang tak bersedia lagi mendapatkan ajaran bahwa Yesus yakni Anak Allah dan Allah Sendiri, seperti antara lain yang pernah dikemukakan oleh Dr. B.J. Boland ketika berkunjung ke kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah beberapa waktu yang lalu. Seperti yang telah pernah ditulis oleh seorang pastor dalam salah satu majalah bahwa jumlah pengunjung gereja di negeri Belanda semakin menurun, dan seperti yang sering diceritakan oleh orang-orang yang pernah mengunjungi Eropah dan Amerika Serikat. Padahal di sana disediakan kenangan yang melimpah-limpah untuk penyiaran agama Masehi dengan pendirian gereja serta pergedungan lainnya. Di sana bisa dikatakan uang itu tak memperoleh target yang semestinya, dan perlu dialihkan ke bagian dunia yang lain, ke timur. 

3. Dengan keadaan demikian maka nampakya di dunia barat terutamanya di Eropah sudak tak bisa diharap lagi untuk menjadi bumi subur bagi agama Masehi, yang dewasa inipun telah menjadi hanya seperti adat, bukan agama yang dimengerti dan disadari secara terang. Apalagi andaikata (mudah-mudahan jangan) Perang Dunia III sudah hingga pada taraf tak terelakkan lagi, maka seperti yang telah pernah diramalkan orang, dalam 17 jam pertama dari meletusnya perang nuilir itu, seluruh Eropah Barat akan musnah demikian juga mungkin seperempat dari bumi Amertka Serikat. Begitulah agama Masehi akan kehilangan tempat berpijak serta basis yang amat kuat dan kaya raya. Jadi apa yang sepatutnya dikerjakan orang dewasa ini ialah sejauh mungkin berikhtiar menghilangkan gejala yang mungkin bisa menimbulkan perang itu, dan usaha itu hingga sejauh sekarang ini telah berhasil. Apa yang terjadi hanyalah perang setempat seperti misalnya Victnam, Timur Tengah, dan kini di Afrika. Tetapi apakah keadaan ini bisa dipertahankan untuk selamanya? 

Nampaknya karena itu mengapa agama Masehi memerlukan tanah persemaian baru yang masih bisa bertahan lebih lama serta jauh dari kancah perang nuklir yang akan datang. Dan persemaian itu sepatutnya sejak sekarang disiapkan agar jikalau perang pecah (mudah-mudahan jangan) tempat yang baru sudah siap selesai serta telah bisa berjalan seperti yang diharapkan. Tempat itu Berlokasi di timur, dimana penduduknya belum sekritis penduduk Eropa. 

4. Indonesia akibat penjajahan Belanda selama tiga setengah abad, penduduknya kebanyakan bodoh dan miskin. Maka usaha kristenisasi telah bisa menutupi kelemahan-kelemahannya itu dergan membangun usaha-usaha pertolongan kepada rakyat seperti mendirikan rumah pcmeliharaan orang miskin dan anak yatim piatu, membangun rumah sakit dan balai pengobatan, dan sekolah-sekolah yang beraneka macam ragamnya. Bangsa Indonesia yang memeluk agama Kristen pada umumnya bukan hasil daripada pengertian dan kesadaran, tetapi karena pendidikan dimasa kanak-kanak dan karena merasa berhutang budi atau jasa, sedang keyakinan dan pengertiannya terhadah agamanya yang lama (Islam) masih terlalu dangkal. Adapun mereka yang cerdas dan pandai atau mendapat gelar keilmuan yang tinggi telah lebih dahulu hatinya disegel dengan rumusan: imanadalah iman dan bukan pengetahuan, berimanlah lebih dahulu barulah berusaha untuk mengerti. Akan tetapi hingga berapa lama dan hingga berapa berapa generasikah segel ini bisa dipertahankan? Manusia di barat telah menjadi bukti bahwa akal tak akan sanggup terlalu lama disegel. Segel itu jebol dan akan keluar mencari jalan lepas. 

Demikianlah materi tentang Sejarah Agama Kristen di Indonesia yang sempat kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi seputar Sejarah Asal Usul Agama Hindu  yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan bisa membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar…!!!